Beranda Politik Semua Paslon Dapat Nomor Cantik

Semua Paslon Dapat Nomor Cantik

paslon pilwalkot kota Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR,Nomor 1 kerap diasosiasikan dengan segala hal yang berbau positif. Oleh sebagian masyarakat, nomor 1 lazim diyakini sebagai nomor pembawa keberuntungan atau simbol kemenangan.

Namun, bagi paslon Achmad Ru’yat-Zaenul Mutaqin yang mendapat nomor urut 1, angka tersebut bukan semata menjadi acuan untuk memenangkan pilkada.

Menurut Ru’yat, pada dasarnya semua nomor bagus dan baik. Tetapi di antara nomor lainnya, tentu nomor urut 1 atau wahid lebih baik dan terdepan. Ruyat mengatakan, nomor 1 dalam bahasa sunda disebut hiji. Yang menurut dia, itu yang sangat diperlukan di Kota Bogor.

universitas pakuan unpak

”Kota Bogor harus ngahiji. Jadi, nomor satu dapat dimaknai bahwa Kota Bogor bersatu. Yakni, bersatu maju kotanya dan nyaman warganya,” ujar Ru’yat.

Adapun makna lain dari nomor 1 yang utama, kata dia, adalah menginspirasi. Bahwa, Kota Bogor harus memberikan keteladanan dalam menyatukan seluruh identitas masyarakat yang sangat beragam menjadi satu kesatuan, Bineka Tunggal Ika.

”Walaupun berbeda-beda, namun dengan keragaman yang ada, tetapi dalam satu kesatuan,” ucapnya.

Senada, paslon nomor urut 2, Edgar Suratman-Sefwelly Gynanjar Djoyodiningrat memandang semua nomor sangat baik. Namun, menurut dia, nomor 2 memiliki makna keseimbangan dan tidak jemawa.

”Selain itu, di dalam kehidupan tak terlepas dari angka 2. Yaitu ada malam dan siang, hitam dan putih, serta dunia dan akhirat.,” beber Edgar

Sementara itu, pasangan Bima Arya-Dedie A Rachim yang mendapatkan nomor urut 3 menilai, angka 3 memiliki filosofi sebagai simbol pemersatu. “Itu tertuang dalam Pancasila pada sila ketiga. Yaitu persatuan Indonesia, yang memiliki maksud mengutamakan persatuan atau kerukunan bagi seluruh warga,” beber Bima.

Selain itu, angka 3 juga memiliki filosofi sebagi angka tengah. Bisa juga dimaknai sebagai penengah, perekat sebagai simbol persahabatan. ”Jadi, pilkada ini bukan sekadar mencari lawan atau musuh-musuhan, karena pada dasarnya mimpi kita sama untuk membangun Kota Bogor,” jelasnya.

Di sisi lain, meski mendapat nomor buncit alias nomor 4, pasangan Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso justru menilai nomor tersebut sangat cocok dengan mereka berdua. Sebab, nomor 4 sangat lekat dengan PDI-Perjuangan yang selalu mengampanyekan empat pilar kebangsaan.

”Kebetulan juga nomor 4 ini menjadi angka yang spesial, karena saya lahir pada 4 Januari,” ungkap Dadang.(ded/c)