Beranda Berita Utama Usut Dugaan Skenario Memecah-belah

Usut Dugaan Skenario Memecah-belah

ilustrasi adu domba dan hoax jelang pilkada (Alfi/Radar Bogor)

BOGOR- RADAR BOGOR, Seperti menjadi tradisi. Setiap menjelang pesta demokrasi, muncul isu-isu yang mere­sahkan di masyarakat. Mulai isu kebangkitan PKI, teror-teror mistis seperti kolor ijo dan dukun santet, hingga penembakan misterius atau petrus.

Tahun ini, giliran orang dengan gang­­guan jiwa (ODGJ) yang men­jadi ”komo­ditas’’.

Awan gelap memayungi kehidu­­pan beragama di Tanah Air, di awal 2018. Sejumlah simbol dan figur pemuka agama menjadi korban penyerangan. Ada kesamaan pada beberapa kasus tersebut, yakni pelaku diduga mengalami gangguan jiwa atau korban adalah pemuka agama.

universitas pakuan unpak

Pertama, Ustaz Prawoto, dianiaya di depan rumahnya di Bandung Kulon oleh lelaki ODGJ berinisial AM. Ustaz Prawoto akhirnya meninggal dunia. Lalu, pengasuh Pondok Pesantren Cicalengka KH Umar Basri dianiaya selepas salat Subuh. Kedua penganiaya disebut sakit jiwa. Akhir pekan kemarin, pria bersamurai menyerang Gereja St Lidwina. Empat orang luka, salah satunya Romo Karl Edmund Preir.

Rangkaian serangan ke pemuka agama dalam waktu berdekatan memunculkan spekulasi aksi tersebut saling berkaitan. Menko Polhukam Wiranto meminta masyarakat tidak berspekulasi.

“Jangan ada spekulasi dulu sebelum kepolisian mengungkap ini, apakah by design oleh kelompok tertentu yang akan ganggu pilkada atau hal yang situasional. Sedang dijajaki, sedang diselidiki aparat kepolisian. Tunggu,” ujar Wiranto kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (12/2). (and/lum/idr/syn/far)