Beranda Olahraga Kickers Barcelona vs Getafe, Menguji Eksperimen Txingurri

Barcelona vs Getafe, Menguji Eksperimen Txingurri

REUTERS / Heino Kalis
Selebrasi: Ivan Rakitic dari Barcelona merayakan gol keduanya dengan Luis Suarez, Lionel Messi, dan Paulinho.

BARCELONA–Daya gempur Barcelona tetap dahsyat sepeninggal Neymar Jr. Tak mengagetkan. Sebab, sebagai en­trena­dor-nya berlatar belakang sebagai striker saat masih aktif sebagai pemain. Tapi, bagaimana jika Txingurri -julukan Valverde- ditantang untuk bereksperimen pada lini belakang?

Itu yang akan dia hadapi ketika La Blaugrana menjamu Getafe di Camp Nou, Barcelona, malam nanti WIB (Siaran langsung beIN Sports 2 pukul 22.15 WIB). ’’Kesempatan Yerry Mina bakal tiba,’’ ungkap Valverde saat konferensi pers di Ciutat Esportiva Joan Gamper, tadi malam WIB (10/2).

Ya, Barca tengah krisis bek tengah. Gerard Pique belum pulih dari cedera engkel selepas laga melawan Valencia (9/2). Begitu pula Thomas Vermaelen yang masih dibekap hamstring di dua laga La Liga terakhir.

universitas nusa bangsa unb

Sport melaporkan, keduanya tidak berlatih kemarin. Dengan Samuel Umtiti yang masih terkena sanksi kartu merah, hanya Mina bek tengah murni Barca yang fit.

Lucas Digne pun jadi solusinya. Meski sering main jadi bek kiri, Digne pernah berada di jantung pertahanan. Sekali dan terakhir. Peran itu dimainkan ketika Barca menghajar Osasuna 7-1 dalam jornada 34 La Liga musim lalu. Nah musim ini, bisa menjadi laga pertama Digne dimainkan pada posisi bek tengah.

Bukan hanya kali pertama Digne main sebagai bek tengah. Laga ini juga berpotensi bakal menampilkan kolaborasi bek tengah anyar lagi di La Liga musim ini. Dalam 22 jornada terakhir, sudah tujuh variasi komposisi bek tengah dimainkan Valverde. Umtiti-Pique jadi yang terbanyak, dengan 10 kali bersama. Lalu, Vermaelen-Pique lima kali.

Hasilnya? Dari enam kali perubahan komposisi bek tengah, empat kali di antaranya bisa berkesudahan dengan hasil clean sheet bagi defense Barca. Bagaimana kolaborasi Mina-Digne? Valverde tak mau berpatokan dengan statistik. Pelatih terbaik La Liga 2015-2016 itu ketar-ketir dengan kolaborasi barunya ini.

Dia sempat berpikir untuk tetap memasukkan nama Pique di dalamnya. ’’Bisa saja resiko akan kami ambil dengan memainkan Pique. Karena laga ini juga penting bagi kami. Tetapi lihat saja besok (malam nanti WIB) apa yang terjadi,’’ lanjut mantan pelatih Barca yang memberikan trofi Copa del Rey 1989-1990 dan Piala Winners 1988-1989 semasa jadi pemain itu.

Di La Liga, Barca bersaing dengan Atletico Madrid sebagai pertahanan terbaik di musim ini. Barca sudah kebobolan sebelas gol dan Atletico baru sembilan gol.

Begitu pun ketika bermain di depan pendukungnya sendiri. Barca kebobolan lima gol di Camp Nou, sementara Ateltico bobol empat gol di Wanda Metropolitano.

Untungnya, Getafe dalam dua musim terakhir tak pernah mencetak gol dalam laga La Liga di Camp Nou. Bahkan Getafe musim ini termasuk tim dengan agresivitas terendah ketika menjalani laga tandang. Cuma delapan gol yang dicetak Jorge Molina dkk dari 10 laga di kandang lawan musim ini.(ren/bas)