Beranda Bogor Raya Truk Hantam 60 Motor

Truk Hantam 60 Motor

Foto: Galuh/Radar Bogor
BERANTAKAN: Barang muatan truk berhamburan usai menabrak 60 motor yang terparkir di pabrik garmen. Diduga, truk dari PT Kimglass itu meluncur bebas karena rem blong.

KLAPANUNGGAL–RADAR BOGOR, Ke­ce­lakaan tunggal yang meli­batkan truk bermuatan gelas dari PT Kimglass terjadi di Kampung Klapanunggal, Desa Klapa­nungal, Kecamatan Klapa­nunggal, kemarin (9/2).

Diduga, truk tergelincir jalan yang basah pascahujan. Akibatnya, me­nabrak tembok pabrik garmen. Enam puluh sepeda motor yang terparkir bahkan hancur tertimpa truk.

Salah seorang saksi mata Wahyudin mengatakan, selain menimpa sepeda motor kar­yawan, truk juga nyaris melindas para satpam yang sedang berjaga di pos gerbang pabrik. ”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena satpam yang berjaga keburu me­nyelamatkan diri,” ujarnya kepada Radar Bogor.

universitas pakuan unpak

Pria yang juga bertugas sebagai satpam pabrik ini menerangkan, dari kejauhan truk memang terlihat oleng. Laju kendaraannya cukup kencang karena kondisi jalan yang menurun. Ia menduga truk tergelincir akibat jalan yang licin. ”Ditambah juga muatan yang berat dan rem blong,” tuturnya.

Usai kejadian, sambung Wahyudin, pihaknya langsung melaporkan kepada kepoli­sian setempat agar ada pertang­gungjawaban dari perusa­ha­an dan sopir yang bersangku­tan. ”Semua korban yang motornya rusak minta ganti rugi pada PT Kimglass dan pertang­gungjawaban sopir,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolsek Klapanunggal AKP Adhimas Sriyono membenarkan p­e­ristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB tersebut. Ia pun mem­benarkan jika truk ber­nopol B 9986 PK ini remnya blong sehingga mengakibatkan kecelakaan tunggal.

”Saat di­periksa surat-surat semuanya lengkap dan warga langsung menolong Enendi (sopir) ke tukang urut sekitar karena luka di bagian tangan dan kaki,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, saat ini berkas kejadian telah dilimpahkan ke Unit Laka Lantas Polres Bogor untuk penanganan selanjutnya. ”Untuk kerugian ditaksir sekitar Rp100 juta dan saya monitor bahwa akan diselesaikan secara kekeluar­gaan,” pungkasnya.(rp2/c)