Beranda Berita Utama Perekonomian Puncak Anjlok

Perekonomian Puncak Anjlok

Andika/Radar Bogor
BONGKAR SENDIRI: Sejumlah PKL kemarin membongkar sendiri lapak-lapak mereka dan mengamankan barang-barang yang bisa digunakan.

BOGOR-RADAR BOGOR, Pengusaha pariwisata men­jerit. Perekonomian di kawasan Puncak ny­aris lumpuh setelah penutupan jalur wisata tersebut. Mulai wahana wisata yang sepi pengunjung, hingga pembatalan booking hotel.

”Penurunan jumlah wisatawan luar biasa,’’ keluh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Budi Sulistio, kepada Radar Bogor kemarin.
Menurut Budi, penurunan jumlah kunjungan mencapai lebih dari 10 persen.

Dia menduga, masyarakat hanya mengetahui separuh-separuh soal penutupan jalur Puncak. ”Padahal kan yang ditutup hanya dari Gunung Mas hngga Ciloto,’’ keluhnya.

universitas pakuan unpak

Sebagai informasi, ada lebih dari 300 hotel dan restoran dari kawasan Ciawi hingga Cisarua. Untuk satu hotel dan restoran kelas atas yang ada di kawasan Puncak, rata-rata mematok harga Rp400 ribu per kamar. Jika dikalkulasi, kerugian 300 hotel dan restoran bisa mencapai Rp3 miliar lebih.

Sepinya kunjungan juga dirasakan pengelola kawasan wisata Taman Safari Indonesia (TSI). Lokasi yang menjadi langganan wisatawan saat libur tiba itu juga merasakan sepinya pengunjung. Padahal, di akhir pekan sebelum terjadi longsor, ribuan pengunjung memadati kawasan tersebut. Meski begitu, objek wisata nasional itu tetap dibuka seperti biasa.

”Ada 21 wahana permainan dan sembilan show tetap berjalan seperti biasa guna memberikan pelayanan pengunjung yang datang,’’ ujar Public Relations TSI, Yulius H Suprihardo kepada Radar Bogor.

Sementara itu, pengelola Taman Wisata Matahari menyebut jumlah kunjungan pascalongsor Puncak turun hingga 30 persen. ”Ada juga beberapa yang di-cancel. Karena kekhawatiran itu, berita yang ada juga tidak sesuai dengan kenyataannya,’’ keluh pengelola wahana TWM, Teza Purwadi.

Terpisah, pemkab Bogor mulai hari ini akan menata kawasan Puncak. Dimulai dengan membongkar lapak-lapak PKL di kawasan yang rawan terdampak bencana.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Herdi Herdiyana menyatakan, tak kurang dari 100 bangunan yang ada di kawasan Puncak dinyatakan rawan terdampak bencana. Lokasi bangunan tersebut berada di kawasan Gunung Mas hingga Puncak Pass.

Herdi mengatakan, pembongkaran hari ini akan didampingi langsung olehpihak Kementerian PUPR. ’’Nanti kementerian tinggal tunjuk, mana yang dianggap rawan. Ya kami bongkar,” ujarnya.

Soal ini, Koordinator Pedagang Puncak, Dadang Sukendar berharap pemerintah juga turut memikirkan nasib pedagang. “ Sekarang putus total, tanpa ada pemasukan. Kami pedagang di sini juga manusia, ya tolong dimanusiakan sama pemerintah,” ungkap Dadang kepada Radar Bogor.

Di bagian lain, Satlantas Polres Bogor kini mengubah skema pem­­berlakuan one way selama proses perbaikan jalur berlangsung. Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama mengatakan, pemberlakuan one way di akhir pekan ini menjadi situasional.

Dia mengingatkan, masyarakat yang ingin mengunjungi lokasi tanpa melewati Gunung Mas-Ciloto masih diperbolehkan. Tapi, bagi pengendara yang hendak menuju Cianjur sebaik­­nya melintasi jalur alternatif. ”Seperti jalur Jonggol ataupun Sukabumi. Kalau (Puncak, red) tidak ditutup dan masih banyak yang melintas dikhawatirkan kondisi jalan belum layak dilintasi,’’ pungkasnya.(rp2/cr2/dka/d)