Beranda Berita Utama Test Event Asian Games 2018, Dimulai

Test Event Asian Games 2018, Dimulai

JUARA: Pemain Timnas Basket, Daniel Wenas melakukan lay-up dibayangi pemain Timor Leste, Bhakito Da Costa pada Invitation Tournament Asian Games di Hall Basket Senayan, Kamis (8/2). Indonesia menang dengan skor 135-30.

Menyambut perhelatan Asian Games 2018, 18 Agustus–2 September mendatang, panitia Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) mulai menggelar ajang mini sebagai test event bertajuk Asian Games 18th Invitation Tournament. Test event serentak digelar untuk delapan cabang olahraga (cabor), di antaranya panahan, atletik, angkat besi, bola voli indoor, tinju, pencak silat, taekwondo, dan basket pada 8–15 Februari 2018.

Ketua INASGOC, Erick Tohir, mengatakan bahwa tujuan dari perhelatan test event ini adalah untuk mengecek semua kom­ponen yang ada. Selain itu, Asian Games diharapkan menjadi warisan, tidak hanya meninggalkan gedung yang bagus dan nama Indonesia terkenal.

”Tetapi juga bagaimana kita memiliki ahli transfer penge­tahuan. INASGOC bekerja sama dengan 13 ribu volunter. Warisan ini penting,” kata Erick kemarin.

universitas pakuan unpak

Nantinya, Invitation Tourna­ment dengan total 19 negara peserta ini diharapkan menghasilkan evaluasi agar kesuksesan Asian Games sesungguhnya bisa dicapai.

Pihaknya pun mengusulkan libur sekolah dan jam kantor sekitar (jalan) Sudirman diubah. Dengan meliburkan pelajar, Erick berharap bisa mengurangi kemacetan hingga 20 persen.

”Selain itu, INASGOC bakal menggelar festival budaya dan makanan di jalanan sekitar Gelora Bung Karno yang ditutup,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Timnas Basket Indonesia kemarin mempecundangi Timor Leste di laga pembuka test event Asian Games 2018. Bertanding di Hall Basket Senayan, Christian Ronaldo Sitepu dkk menang telak 135-30. Jamarr Andre Johnson menjadi bintang lapangan pada pertandingan tersebut.

Pemain naturalisasi kelahiran New Jersey, Amerika Serikat, itu menjadi pencetak poin terbanyak bagi tim Merah Putih dengan raihan 20 poin. Jamarr juga dinilai bermain apik dan efisien. Terbukti dari total 12 tembakannya ke arah keranjang, delapan kali menghasilkan dua poin dan satu kali mencetak tiga poin.

Perbedaan kelas antara Indonesia dan Timor Leste terlihat mencolok. Di kuarter pertama, Indonesia sudah unggul jauh 32-2. Dua poin untuk lawan pun didapat dari lemparan bebas. Di kuarter selanjutnya, tim tuan rumah makin tidak tertandingi. Tambahan 30 poin di kuarter terakhir memantapkan kemenangan Indonesia.

Meski begitu, pelatih timnas basket Fictor Gideon Roring masih belum puas dengan penampilan anak asuhnya. Mengingat, kualitas lawan berada di bawah Indonesia.

Beberapa transisi dari offense ke defense juga kurang berjalan rapi. ”Jadi, saya masih fokus bagaimana meningkatkan kerja sama dan komunikasi antarpemain di lapangan,” ucapnya.

Hari ini, Indonesia akan menghadapi India di laga kedua. Fictor menilai kualitas tim lawan kali ini berada di atas Indonesia. ”Terakhir kali kami menang dari India itu tahun 2011. Setelah itu kami selalu kalah,” bebernya.

Pelatih 45 tahun tersebut tentu akan lebih mematangkan persiapan timnya. Meski hanya test event, laga melawan Negeri Bollywood itu akan menjadi bahan evaluasi ke depan. (han)

Kapten tim Timor Leste Joao De Araujo Soares mengaku kalah kualitas. Dia belajar banyak dari laga tersebut.(han)