Beranda Metropolis ”Menjamu” Perusahaan Bermasalah

”Menjamu” Perusahaan Bermasalah

BOGORRADAR BOGOR, Meski tergolong perusahaan bermasalah di Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor malah ”menjamu” Transmart Carrefour. Betapa tidak! Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Bogor memfasilitasi rekrutmen karyawan dengan metode publikasi. Selebaran rekrutmen itu beredar di media sosial kemarin (7/2) dengan judul Bergabunglah Bersama Kami.

Selebaran berlogo Disnakertans Kota Bogor itu berisi ajakan kerja di Transmart Bogor yang hingga kini bangunannya belum rampung. Alamat pengiriman lamaran bahkan ditujukan ke kantor Disnakertrans yang berlokasi di Jalan Semeru, Kecamatan Bogor Tengah.

Seperti diketahui, pemba­ngunan gedung Transmart kerap kali bermasalah. Di Kota Bogor, kini ada dua lokasi yang bakal disulap menjadi bangunan Transmart. Pertama, di Jalan KH Abdullah bin Nuh Kecamatan Tanahsareal, yang kini bangunannya sudah setengah jadi.

universitas nusa bangsa unb

Bangunan yang berse­berangan dengan Pengadilan Agama (PA) Kota Bogor itu bahkan sempat disegel langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya pada September 2017. Saat itu, bangunan yang sudah berdiri dua lantai ini baru diketahui belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Namun, belakangan pembangunannya kembali dilanjutkan karena izinnya sudah keluar.

Proyek pembangunan gedung Transmart kedua berlokasi di tepian Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur. Meski sudah ditutupi seng tanda pengerjaan akan dimulai, hingga kini proyek tersebut belum mengantongi izin dari Pemkot Bogor.

“Sedang proses Amdal dan Amdal lalin. Belum ada izin yang dikeluarkan,” ujar Kepala Bidang Perizinan Pemanfaatan Ruang pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor, Rudy Mashudi kepada Radar Bogor, kemarin (7/2).

Ia menjelaskan, pengurusan izin Amdal lalin Transmart Tajur itu bahkan cenderung lebih rumit. Sebab, lintasan jalan yang ada di depan proyek itu merupakan jalan nasional. Sehingga, yang akan mengkaji bukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, melainkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Ketika dikonfirmasi, Kepala Disnakertrans Kota Bogor, Samson Purba mengaku tidak mau tahu terkait permasalahan izin yang tengah menjerat perusahaan tersebut.

Yang pasti, pihaknya memfasilitasi calon tenaga kerja untuk perusahaan tersebut. “Yang penting tenaga kerjanya kami siapkan. Daripada begitu dibuka tidak siap, bagaimana? Kami yang minta. Saya ingin memastikan yang kerja di Transmart itu orang Kota Bogor, paling tidak 80 persen,” jelasnya.

Publikasi lowongan tersebut, kata Samson, berlaku untuk kedua Transmart yang bakal berdiri di Bogor, yakni di Jalan KH Abdullah bin Nuh Kecamatan Tanahsareal, serta di Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Timur.

“Iya, dua-duanya Transmart (yang berlokasi di Bogor). Saya hanya mengurusi masalah tenaga kerja. Kalau perizinan bukan urusan saya, ya,” ujar Samson.

Meski niatannya untuk menemukan tenaga kerja asli dari Kota Bogor, tetapi menurut Samson, hingga kini baru pusat perbelanjaan Transmart yang menjalin kerja sama dengan Disnakertrans untuk perkara lowongan kerja. “Karena kan kadang kala ada perusahaan yang mau dan tidak mau,” tukasnya.(fik/c)