Beranda Bogor Raya Pompa Intake Tersumbat Pasir, PDAM Hentikan Pasokan Air

Pompa Intake Tersumbat Pasir, PDAM Hentikan Pasokan Air

CIBINONGRADAR BOGOR, Tingginya debit air di Sungai Ciliwung sejak Senin (5/2) lalu, memberikan dampak terhadap pasokan air PDAM Tirta Kahuripan. Perusahaan pelat merah itu terpaksa menutup dua pompa intake yang berfungsi mengambil air baku dari Sungai Ciliwung, kemarin (6/2) petang.

Kedua pompa intake itu berada di Kedunghalang, Kota Bogor. Akibatnya, pasokan air bersih ke pelanggan pun terpaksa dihentikan sementara, mengingat pengambilan air baku dihentikan.

Menurut Kepala Bidang Humas dan Protokol PDAM Tirta Kahuripan Agus Riyanto, penutupan pompa intake ini dilakukan setelah terendam lumpur, pasir, dan sampah.

universitas pakuan unpak

”Kami harus membersih­kannya, kalau dipaksakan bisa rusak. Sebenarnya siang tadi (kemarin,red) sudah di­fung­sikan. Tapi kembali tersum­bat pasir dan sampah,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (6/2).

Dengan penutupan ini, PDAM Tirta Kahuripan ter­pak­sa meng­hentikan semen­tara paso­kan air bersih ke se­­jumlah wila­yah. Di antaranya Perumahan Ciluar Permai, Tanah Baru, Kedung Badak, Vila Bogor Indah, serta PDK.

Sementara, untuk pelanggan di kawasan Cibinong, kata Agus, tidak terganggu. Sebab, pompa intake masih bisa difungsikan. Untuk membantu warga yang terkena dampak, PDAM menurunkan lima truk tangki air bersih. ”Kami menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan,” ucapnya.

Ia pun belum mengetahui sampai kapan penghentian pasokan air bersih ini dilakukan. Mengingat debit air di Sungai Ciliwung masih tinggi.

”Sebenarnya kalau tidak ada pasir masih bisa dioperasi­­kan. Tetapi di Kedunghalang itu pompanya dipenuhi pasir, dan itu bersumber dari ak­ti­vitas penambangan pasir di lokasi,” tuturnya.

Sementara, mengantisipasi patah dan pecahnya pipa PDAM di kawasan hulu, pihaknya telah menyiagakan petugas teknik selama 24 jam. Selain itu, PDAM juga terus berkoor­dinasi dengan petugas cabang termasuk memantau ketinggian air di Bendung Katulampa.

”Intinya kami siap 24 untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Kami juga mem­persilakan warga yang meminta pasokan truk tangki, tetapi waktunya akan disesuai­kan,” pungkasnya.(wil/c)