Beranda Bogor Raya Jalur Lumpuh, Pelaku Pariwisata Rugi Ratusan Juta Rupiah

Jalur Lumpuh, Pelaku Pariwisata Rugi Ratusan Juta Rupiah

HUJAN DERAS: Akibat diguyur hujan deras, beberapa kawasan Puncak Bogor, mengalami longsor. Bahkan, tadi pagi longsor menutup Jalur Puncak.

BOGOR-RADAR BOGOR, Pasca ditutupnya akses lalu lintas antara Gunung Mas dan Ciloto perbatasan Bogor-Cianjur, dikhawatirkan memberikan dampak kerugian bagi sektor pariwisata. Padahal, kawasan Puncak Bogor selalu ramai dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Hal itu diungkapkan Ketua Kelompok Penggerak Pariwisara (Kompepar) Puncak M. Teguh Maulana. Pria yang akrab disapa Bowie ini mengaku khawatir jika imbas dari penutupan selama sepuluh hari lantaran longsor tersebut, memberikan dampak kerugian bagi sektor pariwisata.

”Di Puncak itu kan banyak tempat-tempat pariwisata terkenal, seperti Taman Safari Indonesia (TSI) dan Taman Wisata Matahari (TWM). Belum lagi perhotelan dan vila. Saya khawatir omzet pariwisata di wilayah Puncak menurun,” ujarnya.

universitas pakuan unpak

Sebab, menurutnya, mayoritas penduduk di jalur Puncak mengandalkan mata pencaharian dari sektor pariwisata. Ditanya berapa kerugian yang bakal timbul, Bowie memperkirakan bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Meski begitu, jelas Bowie, sebenarnya wilayah yang terkena dampak hanya di beberapa titik saja. Artinya, tidak semua kawasan Puncak itu longsor, terutama di tempat-tempat pariwisata terkenal.

Ia juga mengakui, ada beberapa vila di kawasan Cisarua yang berpotensi terkena longsor lantaran lokasinya berada di kontur tanah tinggi. Menurutnya, hal itu perlu menjadi catatan tersendiri bagi para pengusaha saat ingin membangun satu bangunan. ”Agar memperhatikan berbagai aspek, termasuk potensi adanya musibah longsor,” jelas Bowie.

Ia juga berharap kepada pemerintah agar lebih gencar lagi memperhatikan konservasi alam yang ada di wilayah Puncak. ”Secara tidak langsung aktivitas pariwisata di kawasan Puncak menjadi nilai income bagi pendapatan asli daerah (PAD). Jadi, ya, semestinya pemerintah lebih memperhatikan lagi,” tutupnya.(cr3/c)