Beranda Berita Utama Puncak Ditutup, KA Bogor–Sukabumi Lumpuh

Puncak Ditutup, KA Bogor–Sukabumi Lumpuh

FikriCr/Radar Bogor
EVAKUASI: Personel gabungan TNI-Polri berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun longsoran dari bukit penyangga rel kereta Bogor-Sukabumi, di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, kemarin (5/2).

BOGOR–Hujan lebat yang meng­akibatkan longsor di kawasan Puncak Cisarua dan Cijeruk me­mutus dua akses Bogor-Sukabumi dan ­Bogor–Cianjur. Polisi menutup jalur Puncak selama proses evakuasi jalur yang tertimbun longsor, hingga jalur tersebut dipastikan aman.

Sementara, kereta api (KA) Argo Pangrango dipastikan tak dapat beroperasi hingga berminggu-minggu akibat longsor di bawah rel di kawasan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor AKP Hasby Ristama memas­tikan jalur Puncak ditutup karena kon­disi badan jalan tertutup tanah material longsor yang turun dari gunung sepanjang 20 meter. Juga, terdapat tiang listrik roboh yang mengganggu lalu lintas sehingga jalan tidak dapat dilalui.

universitas nusa bangsa unb

Hasby menambahkan, penutupan Jalur Puncak dimulai dari Polingga untuk memudahkan evakuasi di empat titik longsor, termasuk ken­daraan dari arah Cianjur dialihkan lewat Jonggol, Kabupaten Bogor. “Ken­daraan menuju Puncak kami alih­kan lewat Sukabumi,” katanya.

Sementara itu, perjalanan sejumlah kereta api, baik itu KA penumpang maupun KA barang yang melewati lintas Bogor–Sukabumi mulai kemarin lumpuh untuk sementara waktu karena longsor. Kondisi itu mengancam keselamatan dan perjalanan kereta api.

Dua titik tersebut, yakni di petak jalan Cigombong–Cicurug pada Km 20+7/8 dan di petak jalan Batu Tulis–Maseng pada Km 13+8/9. Akibatnya, jalur KA Sukabumi–Bogor dan sebaliknya tidak bisa dilalui kereta api untuk sementara waktu sampai jalur dinyatakan aman untuk dilalui.

Untuk menangani gangguan tersebut, PT KAI Daop 1 Jakarta telah menerjunkan tim. “Saat ini masih dalam penanganan unit terkait. Kami terus berusaha untuk memini­malisasi terganggunya per­jalanan kereta api di lintas Bogor–Sukabumi,” jelas Edy Kuswoyo, senior manager Humas Daop 1 Jakarta, dalam per­nyataan tertulis yang diterima redaksi, Senin (5/2).

Kejadian itu mengakibatkan terganggunya perjalanan kereta api, sehingga dilakukan pembatalan sejumlah KA dan pemotongan relasi KA.

Lintas Bogor–Sukabumi sendiri tiap harinya dilalui 10 perjalanan KA, terdiri atas 6 KA penumpang, dan 4 KA angkutan barang. Pembatalan dan pemotongan relasi KA dilakukan PT KAI Daop 1 Jakarta sampai jalur tersebut dinyatakan aman dan dapat dilalui oleh kereta api.

“PT KAI Daop 1 Jakarta me­minta maaf atas ketidak­nyamanan yang terjadi akibat dibatalkannya perjalanan KA lintas Bogor–Sukabumi. Bagi masyarakat disarankan untuk menggunakan moda transportasi lainnya,” tandasnya.

Staf Balai Teknik Perke­reta­apian Jawa Barat, Mur­diyono memprediksi, proses reha­bilitasi jalur yang terdampak longsor memakan waktu lebih dari dua minggu. ”Bisa lebih dari dua minggu,’’ ujarnya kepada Radar Bogor saat proses evakuasi.

Murdiyono mengatakan, lamanya proses rehabilitasi jalur kereta diakibatkan kontur tanah yang curam dan tinggi. Ia pun berpesan kepada calon penumpang KA Argo Pangrango jurusan Bogor-Sukabumi dan sebaliknya yang sebelumnya sudah telanjur memesan dan akan berangkat dalam waktu dekat ini, agar segera melakukan pembatalan (refund) ke loket terdekat dan beralih ke moda transportasi lain. ”Dalam kondisi force majeure seperti ini tidak ada pemotongan refund, sesuai prosedur,’’ tutupnya.(cr1/ric/c)