Beranda Bogor Raya Barat Utara Drainase Buruk, Pasar Kebanjiran

Drainase Buruk, Pasar Kebanjiran

Arifal/Radar Bogor
TERGENANG: Akses menuju Pasar Parungpanjang tergenang air akibat drainase kurang baik. Hal ini mengganggu kenyamanan pedagang dan pengunjung pasar.

PARUNGPANJANG–Rusaknya in­fra­struktur jalan membuat ak­ses menju Pasar Parung­pan­jang terhambat. Hal itu diperparah dengan buruknya kondisi drainase. Saat hujan de­ras, air bahkan bisa meluap setinggi mata kaki orang dewasa.

Imbasnya, terjadi penu­runan pengunjung pasar. Hal ini pun dikeluhkan sejum­lah pe­dagang lantaran pen­­­­da­patan mereka berkurang.

”Ya, mau gimana lagi. Kalau hujan pasar jadi sepi karena jarang pembeli datang. Bebe­rapa teman pedagang juga me­milih tutup, khususnya yang jualan di pinggir jalan,” keluh Ahmad (51), salah satu peda­gang di Pasar Parungpanjang.

universitas nusa bangsa unb

Hal senada juga diakui Icha (27) warga Desa Parungpanjang yang selalu berbelanja ke pasar tradisional. Tapi, sejak musim penghujan datang, ia harus mengurangi kegiatannya tersebut. ”Kalau banjir susah masuk pasar. Jadi, saya lebih memilih belanja di warung kecil yang jualan sayur dan sembako,” sebutnya.

Hal itu bukannya tidak men­dapat perhatian dari pengelola Pasar Parungpanjang. Berbagai cara bahkan sudah dilakukan untuk mengurangi dampak banjir, tapi selalu gagal.

”Masyarakat sudah tahu saat hujan turun pasti pasar banjir. Ini memang meme­ngaruhi tingkat pengunjung,” kata Kepala Unit Pasar Parung­panjang pada PD Pasar Tohaga Iqbal.

Dijelaskannya, musim hujan dengan intensitas tinggi juga berdampak banjir di lantai bawah pasar. Hal itu lantaran drainase di luar pasar lebih tinggi. Tumpukan sampah dari pedagang kaki lima (PKL) membuat aliran air menutupi jalan dan mengalir ke dalam pasar. ”Sehari bisa satu truk sampah PKL diangkut,” tukasnya.(all/c)