Beranda Metropolis Rekayasa Lalin tak Maksimal

Rekayasa Lalin tak Maksimal

RUWET: Kondisi lalu lintas di Jalan Sholeh Iskandar (Fikri/Radar Bogor)

BOGOR-Kondisi kemacetan di Jalan Raya Sholeh Iskandar (Sholis) menjadi dampak dari pengerjaan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIB. Tidak adanya solusi memecah kemacetan, membuat pengamat transportasi Universitas Pakuan Bogor, Budi Arif menyayangkan langkah rekayasa lalu lintas tidak all out. Pemberlakuan masing-masing dua lajur di contraflow dinilai tidak akan meminimalisasi kemacetan. Sebab bagaimanapun, kondisi Jalan Sholis sehari-harinya selalu dipadati kendaraan.

”Logikanya, pada saat kondisi normal kan sudah terjadi kemacetan. Sekarang ditambah contraflow,’’ ucapnya kepada Radar Bogor, kemarin (2/2).

Beberapa yang perlu dikhawatirkan adalah perilaku pengendara yang kerap kali tidak tertib aturan. Seperti halnya pengendara sepeda motor yang selalu menyalip di tengah ataupun samping kiri ketika kondisi jalan sedang macet. ”Tentu perilaku orang berkendara juga akan berbeda. Dalam satu jalur kan melawan arah, apalagi yang dikhawatirkan roda dua suka menyerobot ke tengah. Kalau mobil kan tidak mungkin zigzag,’’ kata Budi.

universitas nusa bangsa unb

Meski begitu, menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Pasalnya, kondisi tersebut hanya bersifat sementara juga untuk kepentingan pembangunan jalan. ”Itu memang risiko dari pembangunan. Kecuali nanti kalau sudah jadi masih macet, berarti ada masalah. Kalau ini sih saya anggap wajar,’’ tandasnya. Baca selengkapnya di E paper Radar Bogor hari ini.