Beranda Olahraga Arena BWF Kaji Ulang Agenda Turnamen

BWF Kaji Ulang Agenda Turnamen


KEJAR TROFI: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat berlaga di kejuaraan bulu tangkis Denmark Open 2017. (dok.PBSI)

JAKARTA–Protes yang datang bertubi-tubi dari sederet atlet top membuat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) berencana mengkaji ulang agenda turnamen BWF World Tour.
BWF World Tour merupakan nama rangkaian turnamen sepanjang 2018, di mana ditetapkan aturan bahwa para pemain top dunia wajib mengikuti setidaknya 12 agenda turnamen sepanjang tahun.

Aturan ini hanya berlaku untuk mereka yang bertengger di ranking 15 besar dunia sektor tunggal, dan ranking 10 besar dunia sektor ganda.

Kebijakan baru ini langsung menuai protes besar-besaran. Nama-nama seperti Lee Chong Wei, Viktor Axelsen, Carolina Marin, Saina Nehwal, dan banyak lagi sudah melayangkan protes. Mereka merasa bahwa kewajiban itu akan membuat mereka kelelahan, dan akan semakin rentan cedera.

universitas pakuan unpak

Rencana pengkajian jadwal tur­namen disampaikan langsung oleh Vice President BWF, Vishu Toolan. “Kami me­nerima semua keluhan dan respons dari para pemain soal aturan ini. BWF akan men­dis­kusikan lagi semuanya,” kata Toolan seperti dilansir bad­mintonplanet.com.

Toolan menjelaskan, salah satu alasan kenapa BWF me­wajibkan para pemain top dunia harus berlaga di 12 turnamen adalah karena pihaknya sudah berhasil mendatangkan sponsor besar yang siap memberikan prize money lebih menggiurkan dari tahun sebelumnya.

“Para atlet bisa mendapatkan penghasilan lebih, karena itu kami mau mereka menge­luarkan semua kemampuan mereka dan tampil maksimal di sepanjang tahun,” ujar Toolan.

Toolan menambahkan, BWF akan mendiskusikan hal ini dalam pertemuan bes­ar tahu­nan mereka yang kali ini akan berlangsung bulan Mei di Bangkok, Thailand nanti. Na­mun, ia tidak berani men­janjikan apa-apa.

“Kami tetap akan diskusikan, tapi saya tidak bilang bahwa pasti akan ada perubahan,” ujarnya.(jpg)