Beranda Bogor Raya Tak Digaji, Blokir Perlintasan Kereta

Tak Digaji, Blokir Perlintasan Kereta

MULAI DIBUKA: Palang pintu kereta api di Jalan Peru­mahan Gaperi, Bojong­gede yang sempat ditutup, akhirnya dibuka, kemarin (30/1).

BOJONGGEDE–Perlintasan kereta api (KA) di Jalan Peru­mahan Gaperi, Bojong­gede, ditutup. Alhasil, warga dari Jalan Raya Sukahati menuju Jalan Raya Bojonggede begitu pun sebaliknya tak bisa lewat. Penutupan perlintasan KA tersebut berlangsung dari Senin (29/1).

Usut punya usut, aksi itu di­lakukan lantaran petugas penjaga perlintasan kereta api kecewa sudah tiga bu­lan honornya tak kunjung diba­yar­­­kan. ”Jadi sudah ada ke­se­pakatan dapat honor Rp1,5 juta per bulan, ini sudah ber­­jalan beberapa tahun, ta­pi ti­ba-tiba tiga bulan ini tidak dibayar,” kata Kosasih, warga Bojonggede ketika di­temui Radar Bogor, kemarin (30/1).

Aksi tersebut, kata dia, sudah dilakukan untuk ketiga kalinya. Penjaga perlintasan KA bah­kan mengancam tidak akan membuka jalan hingga honor mereka dibayar secara tuntas. Menurutnya, PT KAI seperti menutup mata, padahal per­lin­tasan tersebut merupa­kan jalan alternatif.

universitas pakuan unpak

”Sudah 18 tahun meng­gu­nakan pelang bambu seperti ini. KAI tidak me­ngakui per­lin­tasan ini, ka­re­na dianggap pelang liar, me­re­ka tidak peduli,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Bojong­gede Kompol Agus Koster Sinaga menuturkan, pihaknya telah menghubungi Dishub Kabupaten Bogor demi kepentingan umum agar segera merealisasikan apa yang ditun­tut warga. ”Kami terus berupaya memediasi antara pihak PT. KAI, Dishub Kabupaten Bogor, dan petugas jaga perlintasan Gaperi,” tuturnya.

Pantaun Radar Bogor, se­te­lah melakukan penutupan selama satu hari, kemarin (30/1), warga akhirnya kem­bali membuka pintu perlin­tasan. Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabu­paten Bogor, Edi Wardhani, permasalahan perlintasan KA Gaperi sedang dicarikan solusinya. ”Kami akan berkoo­rdinasi dengan PT KAI. Untuk sa­at ini perlin­tasan kereta di­jaga personel Dishub,” tukasnya.(wil/c)