Beranda Bogor Raya Camat Cup Jaring Atlet Berbakat

Camat Cup Jaring Atlet Berbakat

Foto: galuh/radar bogor
LAHIRKAN ATLET: Para pendukung kompetisi sepak bola Camat Cup foto bersama. Kegiatan ini untuk mencari atlet berbakat dari pelosok desa, yang diharapkan mampu berkiprah di kompetisi lebih tinggi tingkatannya.

KLAPANUNGGAL–Camat Klapanunggal mencari bibit atlet bertalenta dalam bidang sepak bola. Tak tanggung-tanggung, acara bernama Camat Cup ini pun akan memperebutkan piala tetap dan bergilir serta memberikan uang pembinaan sebesar Rp32 juta yang terbagi atas empat kategori. Yaitu, juara harapan satu sebesar Rp2 juta, juara lll sebesar Rp5 juta, juara ll sebesar Rp10 juta, dan juara 1 sebesar Rp15 juta.

Ketua pelaksana Yeyep Padilah mengatakan, tim yang terdaftar sebanyak sembilan yang terdiri dari masing-masing desa. Kecamatan Klapanunggal sempat berprestasi pada 2015 di kategori U-19 sehingga menjadi peringkat empat dari 40 kecamatan tingkat Kabupaten Bogor dalam Bupati Cup.

Selain itu, Glora Muda menjadi peringkat III Askab divisi 1 Kabupaten Bogor, dan teranyar Liga Gala Desa 2017 yang diwakili oleh Desa Bantarjati Kecamatan Klapanunggal menjadi juara satu se-Kabupaten Bogor dan sekaligus mewakili tingkat Provinsi Jawa Barat.

universitas nusa bangsa unb

”Melalui turnamen Camat Cup ini kami berharap adanya regenerasi dan dapat meningkatkan prestasi hingga bisa berkiprah menjadi pemain liga di tingkat nasional,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Sementara itu, Camat Klapanunggal Ade Yana Mulyana mengungkapkan, kegiatan yang baru pertama kali tersebut diharapkan menjadi awal untuk menjaring bibit-bibit atlet di Klapanunggal. Bahkan, direncanakan penyelenggaraannya rutin setiap tahun.

”Apalagi, tokoh sepak bola di Kecamatan Klapanunggal sebagai Ketua Kontingen Porda, Iswahyudi, sangat mendukung penuh,” ungkapnya.

Dirinya juga berharap, perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Klapanunggal, tidak hanya Holcim, dapat ikut ber­partisipasi untuk membina masyarakat dalam bidang olahraga.

Sebab, menurutnya, pembangunan bukan hanya bersifat fisik, tetapi manusianya pun harus dibangun. Salah satunya melalui olahraga.

”Karena saya berpikir bagaimana masyarakat desa, terutama pemuda 19 tahun, bakatnya bisa terwadahi. Sehingga tidak hanya jago kampung, tetapi juga di tingkat daerah,” pung­kasnya.(rp2/c)