Beranda Bogor Raya Relokasi PKL Awal Februari

Relokasi PKL Awal Februari


Sofyansyah/radar bogor
MENJAMUR: Pedagang kaki lima di kawasan Puncak masih semrawut.

CIBINONG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan proses lelang untuk relokasi pedagang kaki lima (PKL) kawasan Puncak ke lahan perkebunan teh Gunung Mas, dilakukan awal Februari. Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Rustandi mengungkapkan, komitmen Pemkab Bogor, yakni menyiapkan struktur untuk menampung PKL sepanjang jalur Puncak agar menempati kawasan relokasi yang akan dibangun dengan memenuhi kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan.

”Nah, kami sudah bergerak melakukan persiapan, salah satunya paket pola pelelangan. Ini nanti akan mematangkan terkait masalah DED-nya, amdal koordinasi dengan Kemenhub, yang menggunakan kawasan PTPN, karena itu sudah ada amdalnya,” tuturnya.

Rustandi mengatakan, amdalnya mendukung pengembangan wisata di wilayah tersebut. Kini, bahkan, sudah dalam tahapan persiapan dokumen lelang, dan diharapkan awal Februari dilelangkan. ”Dalam 40-50 hari kerja setelahnya, mudah-mudahan April sudah ada teknis pekerjaan. Sehingga Agustus atau September kawasan penampungan selesai, dan mungkin Desember pemindahan PKL sudah beres. Kami berharap sebelum masa jabatan bupati berakhir sudah diselesaikan tanpa ekses,” tukasnya.

universitas pakuan unpak

Menyoal warga protes akibat pembangunan yang membuat terhambatnya saluran air, menurut Rustandi, saat membangun, Dinas PUPR memastikan terlebih dahulu akan membuat gorong-gorong,” ”Sehingga tidak mengganggu warga. Sisa PKL semuanya 539. Tahap pertama sudah ditampung sebanyak 110, kemudian ada juga yang membangun lapak-lapak sendiri yang dibangun pihak swasta,” pungkasnya.

Sementara, untuk desain kawasan relokasi PKL, kata Rustandi, sudah ada namun belum bisa diekspose karena harus melewati tahapan review. Kata dia, kawasan PKL ini nantinya memiliki konsep terpadu, ada PKL, foodcourt juga masjid yang dilengkapi kawasan terbuka seperti taman. ”Total anggaran pembangunan tahap kedua ini Rp11,34 miliar,” urainya.

Terpisah, Staf Bidang Jasa Konstruksi Dinas PUPR Ahmad Rukhiyat menerangkan, ada perubahan rencana relokasi yang awalnya akan menggunakan sistem swakelola. ”Nah, setelah perencanaan ini keluar, mungkin akan ada pengesahan perencanaan, baru nanti ada review desain lagi. Itu yang dilaksanakan oleh konsultan perencana,” jelasnya.

Ahmad menguraikan, kondisi lahan pembangunan sekarang sedang dalam tahap cut and fill oleh kodim, berikut gorong-gorong. ”Untuk kondisi pematangan lahannya sekarang 60 persen. Kondisi lahan kan kosong, bekas perkebunan teh Gunung Mas,” paparnya.

Dirinya menyebut, langkah terdekat yang akan dilakukan yakni melengkapi pengesahan perencanaan yang dibuat Dinas PUPR untuk selanjutnya di-review. ”Setelah itu dokumen UKL, UPL, amdal lalin dan lainnya yang lengkap barulah masuk proses pelelangan. Target PUPR untuk perencanaan di Februari, mudah-mudahan bisa beres,” tandas Ahmad.(wil/c)