Beranda Bogor Raya Setahun, Tangani 952 Penderita Katarak

Setahun, Tangani 952 Penderita Katarak

CANGGIH: Tim medis saat melakukan operasi mata katarak di Klinik JEC Cibubur.

CIBUBUR–Pemerintah tampaknya harus kerja lebih ekstra untuk mewujudkan program 2020 bebas katarak. Meski disokong teknologi pengobatan yang canggih, jumlah penderita katarak sebagai penyebab nomor satu pada kebutaan ini terus bertambah.

Di Klinik Jakarta Eye Centre (JEC) Cibubur saja, ada 952 penderita katarak yang datang dan dilakukan penanganan hingga operasi. Semua penderita yang datang dari segala umur dan daerah di luar Pulau Jawa. Semua pasien juga memiliki jenis katarak yang berbeda-beda.

”Ada beberapa tipe katarak. Jika katarak biasa kita lihat dulu keluhannya sehari-hari. Jika aktivitasnya sudah mulai buram (matanya), ya kami operasi,” kata Kepala Klinik JEC Cibubur, Dr. Emma Rusmayani saat diwawancarai kemarin (10/1).

Lanjut dia, ada juga beberapa jenis katarak lainnya yang ditemui. Misalkan seseorang dengan ukuran katarak yang masih tipis, namun sudah menimbulkan radang pada mata atau tekanan bola mata yang naik, maka harus segera dilakukan tindakan.

”Atau beberapa penyakit mata yang kataraknya kita diamkan, maka akan berpengaruh buruk ke depannya. Jadi, walaupun masih tipis, tetap kita angkat semuanya. Apalagi teknologi katarak sudah jauh lebih maju,” bebernya lagi.

Dengan kemajuan teknologi tersebut, tindakan pengangkatan katarak pada mata dinilai lebih efisien. Sekarang ini, sudah bukan tren lagi harus menunggu katarak semakin tebal di mata hingga menyusahkan diri sendiri. Dengan kata lain, tindakan yang dilakukan pada penderita katarak bisa semakin cepat.

Dari semua tipe katarak, yang membuat berbahaya adalah jikalau katarak tersebut didiamkan bisa menimbulkan komplikasi penyakit lainnya. Seperti tekanan mata yang tinggi misalnya, jika kita melakukan operasi katarak maka akan menimbulkan risiko yang tinggi karena bisa terjadi pendarahan.

”Lalu, apakah katarak baru 10 persen harus dioperasi? Loh, kalau didiamkan saja kan menimbulkan komplikasi, lebih baik diangkat,” tegasnya.(dka/c)