Beranda Bogor Raya Tukang Sampah Dapat Umrah Gratis, Bingung Antara Jual Hadiah atau Tetap Berangkat

Tukang Sampah Dapat Umrah Gratis, Bingung Antara Jual Hadiah atau Tetap Berangkat

Romadhoni/Radar Bogor
BERUNTUNG: Hadi Suwanto (tengah) menerima hadiah umrah gratis dari Bupati Bogor Nurhayanti dalam Festival Megamendung di halaman kantor kecamatan, Minggu (7/1) lalu.

Umrah gratis jadi kebahagiaan Hadi Suwarno (43). Warga Kampung Cihanjawar RT 03/02, Desa ­Sukagalih, Kecamatan Megamendung, ini ­mendapatkannya saat memenangi doorprize pada Festival Megamendung di halaman kantor ­kecamatan, Minggu (7/1) lalu.

LAPORAN : Muhammad Aprian Romadhoni

Begitu nomor 1170 disebut Bupati Bogor Nurhayanti, Hadi seolah tak percaya. Beberapa detik ia terdiam sebelum MC menyebut untuk kedua kalinya. Mengenakan pakaian berwarna hitam-hijau, Hadi menerobos kerumunan ribuan massa untuk naik panggung.

universitas nusa bangsa unb

Ia langsung sujud syukur karena tak menyangka menerima hadiah umrah gratis. ”Malam sebelumnya saya susah tidur. Kaget karena gak punya firasat apa pun. Hanya waktu mau berangkat, sempat bilang ke istri, ‘mau hadiah?’” ujarnya ditemui Radar Bogor di Musala Al Ikhlas tak jauh dari ke­diamannya, Senin (8/1) lalu.

Hadi mengaku bahagia menerima umrah gratis. Tapi ia bingung untuk biaya bekal selama di Tanah Suci. Sebab, makan sehari-hari saja masih kesulitan. Belum lagi kedua anaknya membutuhkan biaya pendidikan yang tak sedikit.

”Saya minta pendapat ke ba­pak kepala desa. Sempat kepiki­ran mau jual tiket umrah ini buat biaya kehidupan sehari-hari sama sekolah anak,” akunya polos.

Namun demikian, hati kecilnya berangan-angan jika sampai Tanah Suci, ia akan memanjatkan doa, terutama bagi orang-orang yang telah baik selama ada di desa. Ia juga ingin anak-anaknya bisa berpendidikan dan memperbaiki kehidupan. ”Kalau si bungsu ingin jadi tentara,” ucapnya sambil terkekeh.

Menanggapi kesulitan yang dialami Hadi, Kepala Desa Sukagalih Alwansyah Sudarman berjanji akan membantu keperluannya. Ia menilai jasa Hadi sangat banyak bagi warga. Khususnya dalam menjaga kebersihan desa. ”Setiap Jumat ia suka keliling mengumpulkan perelek (beras sumbangan warga). Kami akan bantu dan saya yakin semua warga juga ikut,” ucapnya.

Sementara itu, Hadi bukanlah warga Bogor. Ia merupakan perantau dari Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Namun telah menetap di Kecamatan Megamendung sejak 12 tahun silam. Istrinya bernama Siti Fatimah (32). Keduanya dikaruniai tiga orang anak, yakni Fitri Khuzainah (13), Marina Suwarno (8), dan Muhammad Tri Haryadi Suwarno (5).

Keluarga kecil ini tinggal di rumah berukuran 4 x 5 meter persegi. Selain sebagai ang­gota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Sukagalih, Hadi juga mengurus Musala Al Ikhlas dan berprofesi sebagai tu­kang sampah. Sesekali ia men­jual hasil kebun seadanya kepada warga.(*/c)