Beranda Bogor Raya Galakkan Jalan Kaki ke Sekolah

Galakkan Jalan Kaki ke Sekolah

LEBIH SEHAT: Pelajar SD tampak berjalan kaki ke sekolah.

SUKAMAKMUR–Pemerintah Kecamatan Sukamakmur belum memandang perlunya peremajaan transportasi sekolah. Pemerintah justru menggalakkan gerakan jalan kaki bagi para siswa supaya hidup lebih sehat.

Camat Sukamakmur, Zenal Ashari menilai aktivitas warga dan pelajar yang jalan kaki, bukanlah kemunduran zaman. Justru, rutinitas berjalan kaki saat sekolah menjadi hal positif yang menguntungkan. “Saya yakin, antara siswa yang biasa naik kendaraan dengan berjalan kaki saat sekolah, kondisi fisiknya berbeda,” katanya pada Radar Bogor.

Selain itu, sambung dia, kebiasaan berjalan kaki menuju sekolah akan memberikan edukasi bersifat holistik tentang kesederhanaan, keprihatian, dan kesadaran sosial. Sehingga berpengaruh pada semangat dan moti­vasi belajar. “Untuk menuju ke sekolah saja harus berkorban tenaga. Bukan sekadar olahraga, melainkan edukasi empiris yang memicu kesadaran anak-anak kita,” terangnya.

Karena itu, kata dia, penyegeraan transportasi pelajar belum begitu dibutuhkan. Bahkan jika perlu, dirinya akan mengimbau agar para siswa berjalan kaki sekitar satu kilometer atau memasuki zona menuju ke sekolahnya.

“Nantinya, para siswa yang diantar oleh orang tuanya memakai kendaraan bermotor, harus berhenti dan menurunkan anaknya di titik tertentu untuk selanjutnya berjalan kaki masuk sekolah,” ucapnya.

Dengan demikian, budaya jalan kaki bukan hanya dirasakan oleh para warga dengan ekonomi rendah, melainkan juga masyarakat di semua level strata ekonomi. “Jadi, para siswa terlihat sama. Tidak ada yang minder dengan status ekonomi di sekolah.

Semua memiliki hak sama untuk mendapatkan pendidikan di sekolahnya,” kata dia. Selain itu, budaya jalan kaki tersebut juga akan menghindari kemacetan dan kesemrawutan kendaraan orang tua siswa di depan gerbang sekolah.

Wacana tersebut mendapat dukungan banyak kalangan. Semisal Kepala Desa Cibadak, Ulung Saputra. Ia menilai, imbauan berjalan kaki untuk siswa juga patut diterapkan bagi para wali murid.

“Wali murid harus juga diimbau. Jadi, saat mengantar siswa, tidak ada yang pakai kendaraan,” ucapnya.

Ia menilai pemeliharaan budaya jalan kaki ke sekolah menjadi bagian pendidikan sejak dini pada siswa. Sehingga, dalam proses belajar mereka tak hanya memahami definisi perjuangan dan kerja keras, tetapi sudah pula mengalaminya sejak berangkat sekolah. “Ke depannya generasi kita akan kuat dan tidak dimanjakan oleh modernitas,” ucapnya.(azi/c)