Beranda Bogor Raya Fajar Hidayah Peringkat Kedua Jabar

Fajar Hidayah Peringkat Kedua Jabar

Foto : ANDIKA/RADAR CIBUBUR BANGGA: Para pendidik di SDIT Fajar Hidayah ketika berdiskusi tentang hasil akreditasi.

CIBUBUR–Puluhan siswa dan tenaga pendidik yang ada di SDIT Fajar Hidayah Kota Wisata Cibubur patut berbangga. Pasalnya, sekolah yang sudah berdiri belasan tahun ini mendapat peringkat kedua dalam akreditasi nasional se-Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Kepala SDIT Fajar Hidayah Cibubur, Dewi Kurnia Utami menjelaskan, akre­ditasi tersebut meliputi beberapa penilaian kompetensi. Artinya, penilaian terhadap sekolah sesuai dengan stan­darisasi yang ditetapkan Badan Akreditasi Nasional (BAN).

“Ada delapan standar yang harus dipenuhi. Akreditasi ini berbasis adminis­trasi. Ada 117 poin yang menjadi peni­laian badan akreditasi, ditambah visitasi yang sudah dijadwalkan sebelum­nya,” papar Dewi pada Radar Cibubur, kemarin siang.

Lanjut dia, kedelapan standar tersebut adalah standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kepen­didikan, sarana dan prasarana, peng­elolaan, pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

Di antara kedelapan standar tersebut, SDIT Fajar Hidayah mendapat poin 99. Artinya, rata-rata di setiap standar men­dapat nilai 100. Namun, jika diban­dingkan dari terakhir diakreditasi 2012 silam, SDIT Fajar Hidayah hanya mendapatkan nilai 98.

“Standar tenaga pendidik kami nilainya kurang dari 100, karena pemerintah saat ini menekankan tenaga pendidik sesuai latar belakang pendidikannya. Sementara kami memasukkan banyak guru dari berbagai jurusan,” aku Dewi.

Dewi menegaskan, pihaknya memer­siapkan dengan baik segala syarat dan prasyarat saat memasuki masa akreditasi. Namun, ia juga mengatakan bahwa keberhasilan tersebut bukan untuk disombongkan, melainkan implementasi dari proses yang dijalani keluarga SDIT Fajar Hidayah.

“Mempertahankannya dengan cara implementasi yang dilakukan lebih baik, aplikasi ke anak-anak serta standar kualitas guru dan siswa. Ke depan harus punya inovasi yang baru, begitu pun program belajar,” terangnya.

“Kami yakin bahwa kondisi selalu berubah, dan kami anggap sebagai tantangan. Ini semua bagian dari dunia pendidikan, dan yang paling penting kita harus jujur,” tutupnya.(dka/c)