Beranda Bogor Raya Cara Kwarnas Pramuka Tangani Bencana

Cara Kwarnas Pramuka Tangani Bencana

SIAP MEMBANTU: Tim Pramuka Peduli Bali menyerahkan bantuan kepada para pengungsi korban erupsi Gunung Agung.

Sejak Gunung Agung dinyatakan berstatus awas sekitar empat bulan lalu, sampai saat ini, Kwarnas Gerakan Pramuka Peduli Bali masih bertahan membantu para pengungsi di camp-camp yang disediakan pemerintah. Pramuka berniat selalu siap melayani masyarakat dengan sukarela. Lalu, apa saja kegiatan mereka?

Laporan : Andika Try Wiratama

Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka Urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana) Eko Sulistio mengatakan, Kwarnas Gerakan Pramuka Peduli Bali masih membantu warga setempat, yang terkena bencana Gunung Agung. Saat sejumlah lembaga kemanusiaan sudah kembali ke tempat asal mereka, Pramuka sampai saat ini masih bertahan membantu pengungsi.

”Pramuka tidak pernah kehilangan peran. Sampai saat ini mereka masih bertahan, poskonya tidak pernah tutup. kami tetap melayani warga di camp-camp pengungsian dengan sukarela,” ujar Eko saat dihubungi, kemarin (7/1).

Ada tiga posko yang didirikan Pramuka Peduli, yaitu Posko Utama Tanah Ampo, Sutasoma Gianyar, dan Bangli Kintamani. Selain membantu para pengungsi, di Posko Pramuka Peduli juga disediakan dapur air. Pramuka setiap hari menyediakan makanan dan minuman siap saji.

”Di dapur air kami sediakan teh, kopi, air mineral, dan makanan siap saji untuk para pengungsi. Kami swasembada, gotong-royong untuk beli minuman dan makanan ringan. Ada juga bantuan dari luar,” jelasnya lagi.

Dalam suasana seperti ini, Eko yang ikut bersama mereka merasakan semangat volunterisme Pramuka begitu terasa. Selama 24 jam, siang dan malam, mereka bekerja secara bergantian untuk membantu sesama tanpa dibayar alias sukarela.

Pramuka bahkan sampai dipercaya BNPB untuk mengelola call center. Mereka bertugas memberikan informasi kepada masyarakat melalui saluran telepon yang aktif selama 24 jam. Informasi yang dimaksud berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung dan lain-lain.

Menurutnya, call center ini dianggap sangat penting. Sebab, melalui media ini, pihaknya bisa memberikan informasi yang benar berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung, data jumlah penyintas (pengungsi), ketersediaan logistik dan informasi cuaca serta bandara udara. Terlebih, call center memegang data resmi dari BNPB dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Diwawancarai terpisah, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault mengapresiasi peran Pramuka di Bali. Ia mengatakan, sejak bencana terjadi, Gerakan Pramuka langsung melakukan koordinasi internal untuk terjun langsung membantu pengungsi.

Menurut Adhyaksa, anggota Gerakan Pramuka juga dilatih penanganan kebencanaan. Karena itu, Pramuka akan selalu hadir dan berkontribusi positif terhadap bencana yang terjadi. ”Kami ada pelatihan kebencanaan. Kami punya unit yang namanya Abdimasgana yang dalam praktiknya di lapangan selalu bekerja sama dengan instansi terkait,” ujar Adhyaksa di Jakarta.(*/b)