Beranda Bogor Raya Jenderal Purnawirawan Lawan Galian Ilegal

Jenderal Purnawirawan Lawan Galian Ilegal

CITEUREUP–Proyek galian tanah merah yang berlokasi di area RW 08, Desa Tangkil, tiba-tiba dihentikan oleh seorang warga. Shardan Marbun (69) salah satu warga sekitar yang merasa terusik dengan galian ilegal itu, tiba-tiba menghentikan aktivitas alat berat dengan berbaring di tengah jalan.

“Si bapak sedang sakit. Karena istirahatnya terganggu, dia keluar rumah dan tidur di jalan agar galian itu berhenti beroperasi,” kata istri Shardan, Omah.

Karena merasa usahanya dihalang-halangi, para pekerja galian memaksa Shardan untuk menghentikan ulahnya. Namun, tanpa menghiraukan cacian pekerja dan preman di area galian, Shardan tak mundur selangkah pun. “Bapak dipaksa pergi dari jalan. Dicaci maki oleh preman-preman tapi bapak diam saja dan tetap berbaring. Bahkan, saat mereka mencoba menarik bapak, bapak berontak dan memilih untuk tetap menghalangi beko,” ucapnya.

Omah dan Shardan merupakan warga sekitar area proyek. Po­sisi rumahnya yang hanya berja­rak sekitar 100 meter dari gali­an membuat keluarga besar­nya terimbas langsung oleh aktivitas galian.

“Kalau hujan, tanah galian masuk ke hala­man ru­mah kami. Jalan kami juga ru­sak dan yang sering menggangu adalah suara bi­sing,” ucapnya.

Bukan tanpa upaya, kata Omah, suaminya telah menempuh jalur hukum dengan melaporkan aktivitas galian ilegal itu kepada Polsek Citeureup. “Bapak sudah lapor ke polisi. Galian itu sempat berhenti tapi dua hari ini ternyata kembali beraktivitas,” ucapnya.

Karena kesal, Shardan memilih untuk ambil sikap dengan melakukan hal gila tersebut. “Bapak bisa saja menghakimi mereka (preman galian, red). Tapi bapak kasihan, dan memilih untuk menunggu hingga mereka sadar,” ucapnya.

Mendapat laporan adanya aksi nekat warga, Polsek Citeureup langsung menurunkan personel ke lokasi. Kepada Radar Bogor, Kapolsek Citeureup, Kompol Tri Suhartanto mengaku telah mengutus wakapolsek dan kanit intel untuk turun ke lokasi. Alhasil, polisi menginstruksikan agar galian itu dihentikan. “Sebelumnya sudah kami police line karena galian itu ilegal. Tapi ternyata diam-diam mereka kembali beraktivitas. Karena itu, saya instruksikan untuk ditutup,” tegasnya.

Ia mengaku, sebelumnya telah mendapat instruksi dari Kapolres Bogor terkait adanya atensi dari salah satu pejabat tinggi di Mabes Polri untuk menindak tegas galian yang mengganggu warga.

“Beliau (Shardan Marbun, red) adalah purnawirawan jenderal bintang dua TNI dan sempat menghubungi wakapolri,” ucapnya.(azi/c)