Beranda Bogor Raya Beras dan Telur Masih Mahal

Beras dan Telur Masih Mahal

ANDIKA/RADAR CIBUBUR
BELUM TURUN: Salah satu kios beras di Fresh Market Kota Wisata Cibubur.

CIBUBUR–Usai Hari Raya Natal dan tahun baru, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar modern wilayah Cibubur belum menunjukkan penurunan. Beberapa kebutuhan pangan seperti beras, telur, dan sayur-mayur masih bertahan di harga tertinggi.

Seperti yang disampaikan salah satu pedagang pasar modern di Fresh Market Kota Wisata Cibubur, Neneng (24). Telur ayam dagangannya sudah naik sejak awal Desember tahun lalu. Kondisi ini, kata dia, sudah sering terjadi tiap tahun.

“Sekarang ini telur ayam naik harganya menjadi Rp28 ribu per kilo, awalnya sebelum Natal itu cuma Rp23 ribu. Kita distributor dari Cianjur. Bisa jadi habis Imlek nanti baru turun lagi harganya,” jelas Neneng saat diwawancarai, kemarin siang.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Kondisi tersebut juga dirasakan pedagang telur lainnya, Manda (40). Kiosnya menda­pat banyak pertanyaan dari para pelanggan, soal kenaikam harga tersebut. Saat ini, harga telur ayam memang sedang tinggi-tingginya. “Memang tidak stabil, belum ada penurunan lagi sampai sekarang. Malah menurut saya, 28 ribu ini merupakan harga paling tinggi sejak saya berjualan,” akunya.

Kios Mitra miliknya juga menjual beras yang ikut mengalami kenaikan harga sejak bulan lalu. Beras dengan kualitas terbaik dibanderol Rp18 ribu per kilo. ”Awalnya beras Cilamaya ini hanya 15 ribu per kilo sebelum Natal, sampai sekarang belum ada tanda-tanda penurunan lagi,” sambung Manda.

Ia juga memprediksi, harga akan stabil pada pertengahan Februari mendatang. Di kios lainnya, beras jenis Ramos yang biasa dihargai Rp11 ribu, kini naik menjadi Rp12.500. Sementara untuk beras jenis Pandan Wangi masih berada di kisaran Rp19 ribu per kg.

Meski tak terlalu melonjak, para pedagang menginginkan harga kembali stabil. Dengan begitu, pelanggan yang datang akan semakin bertambah. “Ya, penurunan harga ini tergantung distributor dan para petaninya,” ungkap Wing (40), pemilik Kios Eka Jaya pada Radar Cibubur kemarin.

Menurut informasi yang disampaikan para pedagang juga, pemerintah setempat sudah melakukan pengecekan harga ke beberapa pasar, baik tradisional ataupun modern. Keinginan para pedagang tersebut diharapkan mampu didorong untuk mendapatkan harga yang kembali stabil.

Sebagai informasi tambahan, saat ini ada 400 pedagang di Fresh Market Kota Wisata Cibubur. Sekitar 200 pedagang lapak, sisanya pedagang kios.(dka/c)