Beranda Bogor Raya Barat Utara DPR Soroti Jalan Parung Panjang

DPR Soroti Jalan Parung Panjang

PROTES: Warga Parungpanjang melakukan aksi lantaran geram akibat jalan rusak oleh truk bertonase. Mereka bahkan sempat membuat kuburan sebagai bentuk protes.

PARUNGPANJANG–Persoalan jalan rusak di Parungpanjang, Kabuapaten Bogor, yang berujung aksi saling blokir antara warga dan sopir truk, mendapat sorotan DPR RI. Karenanya, Plt Ketua DPR RI Fadli Zon mendesak pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut.

Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Bogor, Fadli menilai, rusaknya jalan penghubung antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang, Banten, itu lantaran truk tronton yang melebihi tonase.

”Jalan provinsi tersebut untuk maksimal beban 20 ton. Tapi truk yang melintas bisa 40 ton. Ini melebihi jumlah beban yang diizinkan (JBI), sehingga jalan lebih cepat rusak dibandingkan usia efektifnya,” bebernya.

Menurut dia, kerusakan jalan di Parungpanjang merupakan masalah yang harus segera diselesaikan terutama oleh Pemprov Jawa Barat. Terlebih, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan dan memicu begal atau perampokan.

”Beberapa kali saya kunjungan langsung ke Parungpanjang, kondisi jalan sangat memprihatinkan. Hancur, berlubang parah, apalagi musim hujan, membuat aktivitas warga semakin sulit,” ujarnya dalam rilis yang diterima Radar Bogor.

Berdasarkan UU No.38/2004 tentang Jalan, jalan di Parungpanjang berstatus milik provinsi. Sebab menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Tangerang, Banten. Sehingga, perbaikan kerusakan jalan tersebut menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat. ”Ini harus diperbaiki segera dengan kualitas yang baik,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, pemblokiran jalan terjadi di Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang, Senin (25/12) lalu. Ratusan warga menutup jalur karena tak ada kesepakatan dengan Muspika Parungpanjang.

”Kami sudah sabar tapi terus dibohongi. Kami cuma ingin jalan segera diperbaiki,” ujar tokoh masyarakat Jagabaya Ocan (45) kepada Radar Bogor.

Tak hanya itu, Rabu (20/12) lalu, ratusan warga Desa Lumpang dan Desa Jagabaya, Kecamatan Parungpanjang, juga memblokir Jalan Raya Sidomanik, Kecamatan Parungpanjang. Warga menahan truk-truk tambang yang hendak melintas. Akibatnya, suasana di jalan tersebut mencekam.

Tak berhenti sampai di situ, Rabu (27/12), giliran sopir truk tambang memblokir jalan. Selama sepekan pula mereka tak bisa beroperasi, hingga 120 sopir tak memiliki pendapatan. Dalam aksinya, mereka menutup jalur bagi pengendara lain. ”Kami butuh makan. Kalau begini mana bisa dapat uang,” kata salah satu sopir, Dani (45).(all/b)