Beranda Bogor Raya Desa Bojong Menuju Qaryah Thayyibah

Desa Bojong Menuju Qaryah Thayyibah

IST PELATIHAN: Salah satu program workshop jurnalistik yang diadakan Yayasan At-Tawassuth , Oktober lalu.

KEMANG–Desa Bojong, Kecamatan Kemang, digagas menjadi qaryah thayibah, yakni desa yang baik, mandiri, berdaya saing, berbudaya menuju masyarakat unggul, sejahtera, dan bertakwa.

Kepala Desa Bojong Asep Saefudin mengatakan, gagasan tersebut berangkat dari semangat melakukan penataan menyeluruh untuk mendorong akselerasi pembangunan.

”Desa Bojong memiliki tantangan besar, karena dinilai sebagai desa yang tertinggal di Kecamatan Kemang. Kami akan mencoba melakukan pembenahan di berbagai sektor,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa (26/12) lalu.

Penggunaan istilah qaryah thayyibah, menurut Asep, dimaksudkan agar nilai-nilai keagamaan menjadi spirit dan basis spiritualitas masyarakat Desa Bojong dalam tindakan, tingkah laku, etos kerja, dan budaya.

Ia mengutarakan, gagasan qaryah tahyyibah akan diimplementasikan secara nyata berupa penguatan sektor pertanian sebagai ciri khas Desa Bojong. Melalui pengembangan SDM, pemberdayaan generasi muda, pembumian tradisi-tradisi keagamaan, penguatan wira usaha, pelestarian situs-situs cagar budaya hingga pengembangan kuliner lokal.

Salah satu situs yang mendapatkan perhatian Pemerintah Desa Bojong, yaitu Pasarean Raden Santri Wijaya Kusuma di Keramat Pasarean Bojong. Diyakini warga setempat sebagai makam tokoh penyebar Islam di wilayah Desa Bojong dan sekitarnya. ”Kami sedang melakukan revitalisasi komplekd Keramat Pasarean Raden Santri Wijaya Kusuma,” tegas Asep.

Sementara itu, Ketua Yayasan At Tawassuth Ahmad Fahir mengapresiasi gagasan qaryah thayyibah yang dicanangkan Kepala Desa Asep Saefudin.

Menurut mantan wakil ketua DPD Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor ini, gagasan qar­yah thayyibah senapas dengan semangat tradisi mayo­ritas masyarakat Bojong, yang mayo­ritas berpaham ahlussunnah wal jamaah, dan warga lokal Sunda Bogor. ”Qaryah thayyibah gagasan yang genuine dan saya yakin dapat diimplementasikan dengan baik dalam pembangunan Desa Bojong ke depan,” katanya.

Sebagai wujud dukungan pada program Desa Bojong, pada 12 Oktober 2017, Yayasan At-Tawassuth bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI menggelar Pelatihan Jurnalistik Pemuda di Balai Desa Bojong yang melibatkan 60 peserta.

Sebelumnya, pada 24 Juni, Yayasan At-Tawassuth juga bekerja sama dengan Kemen­terian Sosial RI melakukan santunan bagi 150 yatim dan duafa.(unt)