Beranda Bogor Raya KB Masih Pro-Kontra

KB Masih Pro-Kontra

CARINGIN–Perjalanan Kampung Legok Nyenang, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB) bakal mene­mui jalan terjal. Pasalnya, dikha­watirkan masyarakat belum menerima program-program BKKBN tersebut.

”Paradigma di sini berbeda, yakni banyak anak banyak rezeki. Itu bertentangan dengan program pemerintah pusat melalui KB,” ujar Sekretaris Desa (Sekdes) Pancawati, Hadan Asnawi kepada Radar Bogor, kemarin (26/12).

Ia juga meminta agar pe­merimtah melakukan sosiali­sasi kepada masyarakat terkait KB. Salah satunya mengenai anggapan jika KB haram.

”Akan jadi kendala apabila masyarakat tidak menerima. Jangankan KB, pakai speaker (masjid) untuk azan saja sudah dilarang,” ungkapnya.

Kendati demikian, menurut Hadan, pemerintah desa tetap menghargai perbedaan pendapat, selama hal itu memiliki dasar. Akan tetapi, pihaknya tetap mengembali­kan kepada aturan yang berlaku. Setiap warga negara memilik hak yang sama, terlebih sesama muslim.

”Kami hargai karena Indonesia memiliki beragam mazhab. Pola pikir yang nyambung kami galang secara horizontal. Saya yakin lambat laun masyarakat bisa memahami kondisi saat ini,” katanya.

Hanan menambahkan, terpilihnya Kampung Legok Nyenang bukan tanpa sebab. Itu setelah melalui peninjauan geografi desa, jumlah penduduk dan luas wilayah. Di mana, kampung tersebut layak dijadikan Kampung KB.

”Angka kelahiran tinggi karena dasarnya daerah ini adalah daerah dingin, cocok produksi anak,” pungkasnya.(don/c)