Beranda Bogor Raya 18 Bidang Tanah Legal­

18 Bidang Tanah Legal­


LEGAL: Lahan bekas penggurusan bangunan liar di Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, buru-buru dipasangi spanduk informasi kepemilikan oleh si empunya lahan. (Sofyansyah/Radar Bogor)

BOJONGGEDE-Para pemilik tanah bekas bangunan liar (bangli) di Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, buru-buru mematok lahan mereka. Pantauan Radar Bogor sejak akhir pekan kemarin, lahan-lahan kosong sisa bongkaran itu kini dipasangi spanduk berisi informasi tentang kepemilikan tanah. ”Ada 18 bidang tanah yang tercatat pemilik resmi berdasarkan data di Desa Bojonggede,’’ ujar Kades Bojo­nggede Dede Malvina kepada Radar Bogor.

De­de mengatakan, berkaitan dengan data tanah sesuai hak asal-usul, ada empat pemilik sejak 1960, yakni dari buku C desa. Akan tetapi, secara pe­rinci sudah dimiliki berdasakan jual beli dari tangan pertama, menjadi sebanyak 18 bidang pe­milik. ”Totalnya dela­pan sertifikat, delapan AJB dan dua segel,” kata dia.

Un­tuk mengantisipasi warga yang mengaku memiliki hak atas tanah di lahan tersebut, Dede akan menyiapkan surat pernyataan bahwa lahan terse­but tidak sedang bersengketa. ”Dan ada keterangan riwayat tanah bila ada hak asal-usulnya jelas,” ungkapnya.

universitas pakuan unpak

Sehingga, lanjutnya, Pe­merintah Kabupaten Bogor tidak bisa mengambil hak tanah warga tanpa ganti rugi. Sebab, diakui Dede, masa­lah pembong­karan bangunan adalah soal penerapan Perda IMB yang memang tak bisa dimungkiri. ”Hanya saja, asas keadilannya yang tidak dikedepankan oleh penegak perda,” ungkapnya.

Dede menambahkan, mas­yarakat yang akan membangun kembali bangunan di lahan tersebut wajib mengantongi IMB terlebih dahulu. “Asal ada IMB (tidak masalah dibangun kem­bali, red), karena IMB ranahnya pemda,” tukasnya.(rp2/c)