Beranda Metropolis Anggarkan Rp92 Miliar Bangun Flyover Martadinata

Anggarkan Rp92 Miliar Bangun Flyover Martadinata

BIKIN MACET: Rencana pembangunan flyover di Jalan RE Martadinata kembali gagal. Padahal, kemacetan di jalan ini sudah krodit. NELvI/RADAR BOgOR

BOGOR–Jalur perlintasan kereta api di Jalan RE Martadinata menjadi salah satu sumber titik kemacetan di Kota Bogor. Bagaimana tidak, setiap lima menit sekali ada kereta yang lewat.

Mengatasi itu, Pemkot Bogor berupaya mengurangi keberadaan persimpangan sebidang di perlintasan kereta api dengan membangun jalan layang (flyover).

Setelah sebelumnya terganjal regulasi dari pemerintah pusat, pembangunan flyover kini tergantung dari seberapa lama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) membebaskan lahan yang diperlukan.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaki menjelaskan, pemkot telah menyediakan anggaran Rp14 miliar untuk membebaskan sekitar 1.000 meter persegi lahan milik warga. Jika awal 2018 pembebasan telah rampung, pembangunan flyover pun bisa dimulai.

“Untuk pembangunan flyover, anggarannya dari Kementerian PUPR sebesar Rp92 miliar. Kalau awal tahun pembebasan sudah selesai, kementerian akan langsung lelang tender,” kata Chusnul.

Dia menjelaskan, pada 2018, cukup banyak pekerjaan infrastruktur di Kota Bogor. Selain pembangunan flyover Martadinata, pemkot juga memiliki dana alokasi khusus sebesar Rp14,9 miliar untuk pengerjaan jaringan jalan. “Ada empat kegiatan infrastruktur jalan. Di antaranya, peningkatan Jalan Padasuka di Kelurahan Gudang, Bogor Tengah,” bebernya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat berharap, tidak ada penutupan di Jalan RE Martadinata selama proyek berlangsung.

Pasalnya, jalan tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan wilayah Kecamatan Bogor Tengah dengan Bogor Barat. “Mudah-mudahan ada solusi,” pungkasnya.(wil/c)