Beranda Berita Utama Gas Melon Mahal, Laporkan!

Gas Melon Mahal, Laporkan!

SIDAK: Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky bersama muspida sidak sembako di pasar Cibinong, kemarin. Sofyansyah/Radar Bogor

BOGOR-Harga sejumlah bahan pokok mulai naik di penghujung 2017 ini. Sejumlah faktor diduga menjadi musabab, mulai cuaca buruk yang memengaruhi distribusi, hingga gagalnya panen petani. Meski demikian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bogor menyebut hal itu masih dalam zona kewajaran.

”Harga masih terbilang stabil. Kelonjakan tidak signifikan. Kami siapkan operasi pasar untuk menindaklanjuti ini,’’ ujar Kepala Disperdagin Kabupaten Bogor Dace Supriadi, kepada Radar Bogor usai menggelar sidak di Pasar Cibinong bersama Muspida Kabupaten Bogor kemarin (19/12).

Dace mengatakan, bila ada pedagang yang kekurangan pasokan, seharusnya segera melapor agar bisa ditindaklanjuti. Langkah itu untuk mencegah kelangkaan produk dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. ”Kita harap harga ini bisa stabil sampai akhir tahun,’’ tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky mengungkapkan bahwa kenaikan harga lebih cenderung sebagai aksi mengambil untung lebih dari pedagang. Karena berdasarkan hukum pasar, kata Dicky, jika kebutuhan masyarakat tinggi tapi pasokan cukup, seharusnya harga tetap stabil. Berbeda apabila kebutuhan sedikit tapi pasokan melimpah, harga jual akan turun. ”Harga akan mencari keseimbangannya sendiri,’’ kata dia.

Dicky menambahkan, menjelang akhir tahun dan libur panjang, biasanya terjadi panic buying oleh masyarakat. Mereka cenderung membeli dalam jumlah besar sebagai stok karena takut banyak toko di pasar juga ikut libur. Namun, Dicky memastikan, pihaknya akan terus mengintai upaya-upaya penimbunan pedagang. ”Akan kami tindak. Apalagi gudangnya tidak memiliki izin, tindak tegas dengan Undang-Undang Perdagangan,’’ tegasnya.

Di bagian lain, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas)DPC Bogor menambahkan 30 persen pendistribusian tabung gas elpiji di musim libur akhir tahun ini. Dengan demikian, sebanyak 987.200 tabung ditambahkan dari kuota per bulan Kabupaten Bogor sebesar 3.778.800 tabung.

Sekretaris Hiswana Migas DPC Bogor Asep Erry memastikan pendistribusian itu sudah berjalan. Saat ini sudah terealisasi sebanyak 602.800 tabung sejak 1 Desember hingga 14 Desember.

”Masih ada 384.400 tabung untuk dialokasikan pada tanggal 20, 24, 25 dan 29 Desember,’’ ujarnya kepada Radar Bogor usai menggelar sidak ke agen elpiji PT Putri Sanusi Jaya di Jalan Kayumanis No 47, RT 04/01, Kecamatan Cibinong, kemarin.

Hiswana Migas, kata Asep, telah meminta agen hingga pengecer untuk mendistribusikan elpiji 3 kg ke konsumen yang layak mendapatkan subsidi. Jika diketahui tidak sesuai, pihaknya tak segan memberi sanksi administratif.

”Anjuran kami 50 persen didistribusikan ke masyarakat dan UKM, sedangkan 50 persen lagi untuk pengecer,’’ tuturnya.

Sidak pasar jelang libur tahun baru itu dilakukan Muspida Bogor, tak terkecuali TNI-Polri. Selama masa liburan, seluruh agen maupun pangkalan gas elpiji tetap diminta beroperasi dan melayani masyarakat.

”Dan kalau ada temuan tak wajar, misal harga mahal betul, kuitansi pembeliannya disimpan untuk jadi bukti dan laporkan ke kami atau polisi. Kami siap menerima keluhan itu,’’ pungkasnya.(rp2/d)