Beranda Bogor Raya Sosialisasikan pada Pengguna Jalan Tol

Sosialisasikan pada Pengguna Jalan Tol

CIBUBUR–Langkah PT Jasa Marga menghapus transaksi di Gerbang Tol (GT) Cibubur Utama dan Cimanggis berbuah manis. Sudah hampir sebulan lebih sistem tersebut diberlakukan, kelancaran arus lalu lintas yang kerap tersendat di pintu tol itu pun mendapat respons baik warga Cibubur.

Mereka mengaku sedikit lega, meskipun masih ada kendala yang dijumpai namun tidak signifikan. Menurut salah satu warga, Dalma Farizi (45), penghapusan transaksi hingga pembongkaran GT Cibubur Utama berdampak positif mengurai kemacetan di wilayah Cibubur.

”Karena yang sudah-sudah, walaupun semua gerbang transaksi di Tol Cibubur Utama dibuka, tetap saja antrean mobil panjang,” ungkapnya di kawasan Jalan Alternatif Cibubur, kemarin (18/12).

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Menurut warga yang tinggal di kawasan Citra Grand Cibubur ini, dengan dihapusnya transaksi di GT Cibubur Utama, arus lalu lintas tidak lagi tersendat di titik tersebut. Apalagi, kemacetan di GT Cibubur Utama terkadang berimbas hingga ke ruas Tol Cawang. ”Pernah beberapa kali pulang kerja macetnya sampai Tol Cawang, itu bisa dua atau tiga jam,” ungkapnya.

Sementara itu, warga Cibubur lainnya, Abdul Rohim (38) menilai, langkah PT Jasa Marga dinilai tepat. ”Lagi pula kalau dihapus, transaksinya di Tol Jagorawi cuma sekali. Kalau dari arah Jakarta cuma perlu bayar di pintu masuk Iol Jagorawi. Jadi yakin macetnya berkurang,” tandasnya.

Meski macet di dalam tol berkurang, tidak demikian di jalur arteri. Kemacetan masih sering dijumpai pada ruas-ruas jalan di wilayah Cibubur. Hal itu merupakan tantangan bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki lalu lintas yang ada.

AVP Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan, pemberlakuan perubahan sistem transaksi pembayaran tol akan berdampak terhadap mekanisme transaksi tol. Pada masa transisi, pengguna jalan tol arah Bogor maupun ke Jakarta diimbau terus ikuti panduan.

Pengamat transportasi asal Universitas Ibn Khaldun Bogor, Teddy Murtedjo menambahkan, penyamarataan tarif tol dan pembongkaran GT Cimanggis yang juga masih berdiri gagah saat ini harus dilihat dari berbagai aspek.

Terutama aspek kesiapan geometrik jalan. ”Seperti pada ramp keluar. Di ujung tol, khususnya weekend dan libur panjang pasti menimbulkan antrean panjang. Jangan lupa juga sosialisasi dan edukasi pengguna jalan tol,” ungkapnya pada Radar Cibubur.

Soal pembongkaran, GT Cimanggis Utama yang belum dibongkar saat ini harus dilakukan pada malam hari. ”Bongkar ketika arus lalu lintas sepi. Jika memang masih tidak memungkinkan, diberi alternatif jalan untuk 50 persen kendaraan. Artinya, dibongkar bertahap dari sekarang, 20 persen gate, 50 persen gate hingga 100 persen gate dibongkar,” tukasnya.(dka)