Beranda Female Bahaya Oral Fistula Picu Penyakit Lain

Bahaya Oral Fistula Picu Penyakit Lain

CEK: Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi enam bulan sekali bisa mencegah oral fistula.

Sakit gigi merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang banyak dialami masyarakat pada umumnya, terlebih jika sakitnya disebabkan gigi berlubang. Namun sayang, masih banyak yang menyepelekannya. Padahal jika tidak ditangani sejak dini, gigi berlubang yang terinfeksi bisa menyebabkan penyakit lain, bahkan berujung kematian.

Dokter gigi Klinik Q Medical and Dental Clinic Iik Yani Hidayati menjelaskan, gigi berlubang atau dental caries dapat menyebabkan oral fistula. Fistula merupakan suatu rongga atau saluran abnormal yang diakibatkan adanya permukaan organ yang mengalami peradangan (inflamasi).

Dalam kasus gigi berlubang, infeksi kuman dan sisa makanan yang masuk ke gigi berlubang dapat memicu terjadinya inflamasi di sekitar akar gigi (pulpitis) dan gusi, sehingga menyebabkan fistula.

universitas ibn khaldun bogor uika

Gigi berlubang yang mengandung kuman adalah sumber infeksi dan hal ini menyebabkan penderita fistula mengalami penumpukan nanah atau abses di bagian mulut.

”Oral fistula adalah lubang atau corong di dalam mulut, yang bisa infeksi atau masuknya kuman ke tubuh. Lubang sudah mengenai syaraf gigi yang membuat terjadinya infeksi,” tuturnya.

Penyebab gigi berlubang yakni cara pembersihannya yang salah dan dari makanan manis atau berkarbohidrat. Jika tidak ditambal atau segera diberi pengobatan lainnya, maka mengakibatkan gigi berlubang. Ciri-ciri jika sudah terinfeksi adalah adanya denyut dan rasa nyeri yang menyebar sampai ke kepala, terlihat kemerahan di sekitar gusi serta pembengkakkan.

Iik menuturkan, gigi berlubang yang mengenai syaraf gigi dapat menyebabkan infeksi. Gigi memiliki ruang syaraf sampai ke akar gigi, ruang syaraf di akar gigi berhubungan langsung dengan pembuluh darah di seluruh tubuh. ”Jadi, kalau gigi terinfeksi dan kena syaraf gigi, itu akan menyebar ke seluruh tubuh,” tuturnya.

Oral fistula juga dapat menyebabkan fokus infeksi, yaitu adanya sesuatu di daerah lokal jaringan yang terinfeksi mikroorganisme patogen. Biasanya, ini terletak dekat mukosa atau kulit yang tidak ditangani dengan baik. Peradangan sekitar gigi juga dapat menyebabkan fokus infeksi.

”Jadi sebenarnya penyebabnya dari gigi. Tapi karena tidak diantisipasi dengan baik, akhirnya mikroorganisme menyebar ke seluruh tubuh yang memicu penyakit lain. Fokus infeksi dari gigi bahkan dapat menyebabkan penyakit lain seperti jantung, ginjal, mata, kulit, saluran pencernaan dan lain-lain,” tuturnya.

Fokus infeksi tidak terjadi pada semua orang, hanya beberapa saja yang bisa berisiko. Syarat terbentuknya fokus infeksi adalah adanya bakteri untuk menginfeksi, adanya pergerakan mikroorganisme dari gigi ke organ yang lain. ”Tetapi tidak semua orang, hanya orang yang memiliki kelemahan pada organ tertentu saja,” tegasnya.

Lanjutnya, bakteri masuk ke bagian yang lemah, jadi setiap orang tidak bisa disamakan. “Infeksi sangat tidak terduga dan dapat menyerang organ yang lemah. Ada beberapa orang yang memiliki organ kuat, sehingga jika terjadi infeksi tidak akan berarti apa pun untuk organ lainnya,” tuturnya.

Biasanya, untuk mengetahui bahwa penyakit timbul dari gigi adalah jika terdapat gigi berlubang atau memiliki penyakit lain, tetapi ketika dicek tidak terlihat kelainan. Malah, setelah diperiksa ternyata terdapat mikroorganisme strepticoccus viridans pada organ yang sakit.

”Saat pasien merasakan sakit, biasanya dokter spesialis akan merujuk ke dokter gigi untuk dicek keadaan giginya. Tetapi belum tentu berhubungan, harus diperiksa terlebih dahulu,” tukasnya.(cr6/c)