Beranda Metropolis Pemkot Butuh 3.690 PNS

Pemkot Butuh 3.690 PNS

BOGOR–Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan mulai dibuka Maret 2018. Pemkot Bogor mulai memetakan formasi yang paling urgen untuk diisi. Dari data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor, pemkot saat ini kekurangan 3.690 PNS. “Walaupun kebutuhan PNS banyak, kami tetap melihat kemampuan negara,” ujar Sekretaris BKPSDA Kota Bogor Iceu Pujianti.

Saat ini, kata dia, BKPSDA sedang menghitung formasi yang bakal diisi pada 2018. Namun, ada tiga formasi yang dipastikan menjadi prioritas, yakni kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

“Pengisian formasi PNS akan dilihat berdasarkan evaluasi dan analisis jabatan kebutuhan PNS di tiap-tiap organisasi perangkat daerah (OPD). Evaluasi dan analisis jabatan sekarang masih berproses. Untuk kebutuhan PNS mayoritas berada di lingkungan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan,” terangnya.

universitas pakuan unpak

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin berharap, sekitar 400 guru honorer K2 bisa diangkat menjadi PNS pada tahun depan.

Menyusul rencana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) membuka lowongan CPNS tahun depan. “Saat ini kami kekurangan 800 tenaga pengajar PNS. Sekalipun pegawai honorer K2 bisa diangkat menjadi PNS, Kota Bogor masih tetap kekurangan guru PNS,” bebernya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menuturkan, selain pendidikan, bidang kesehatan memerlukan banyak tenaga tambahan. Terlebih, setelah masyarakat diwajibkan terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). “Terutama di puskesmas, pelayanannya semakin tinggi.

DPRD pun mengusulkan ada penambahan tenaga di puskesmas. Jika pemerintah pusat memang membuka CPNS tahun depan, pendidikan dan kesehatan akan kami prioritaskan,” kata Ade.

Menurutnya, arahan dari peme­rintah pusat pun, dua bidang itulah yang menjadi prioritas atau cende­rung membuka lowongan bagi tenaga fungsional. “Tapi, beberapa tenaga ahli seperti akuntansi juga kita perlu,” ucapnya.(wil/c)