Beranda Olahraga Kickers Gagal Ukir Sejarah

Gagal Ukir Sejarah

GAGAL: Tontowi/Liliyana meluapkan kekecewaannya usai tersingkir di babak semifinal.

ABU DHABI–Ambisi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir lolos ke final pertama kalinya di level superseries finals harus kandas. Di laga semifinal BWF World Superseries Finals 2017, Tontowi/Liliyana dikalahkan unggulan pertama dari Tiongkok, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan skor 12-21, 17-21, Minggu( 17/12) dini hari WIB.

Kemenangan Zheng/Chen sekaligus memperbaiki rekor pertemuan mereka dengan Tontowi/Liliyana menjadi 2-3. Penampilan Tontowi/Liliyana memang tak seperti biasanya. Mereka seringkali berada di bawah tekanan Zheng/Chen.

Padahal Tontowi/Liliyana sempat beberapa kali memimpin perolehan angka, namun gagal mempertahankan keunggulan.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

”Pertahanan kami kurang rapat. Zheng banyak spekulasi, kadang hanya chop dan sekali ‘tembak’ saja kami langsung ‘mati’, jadi kami tidak bisa berkembang.

Bermain enggak mungkin menyerang terus, ada kalanya harus defense. Nah saat defense, malah jebol. Permainan kami tidak keluar,” ungkap Liliyana dalam rilis resmi PBSI.

”Penampilan kami memang tidak maksimal, terutama saya yang kurang agresif. Pertahanan saya gampang jebol, enggak seperti biasanya. Kami kurang dalam sentuhan,” imbuh Tontowi.

Seperti diketahui, sepanjang keikutsertaan di level superseries finals, Tontowi/Liliyana belum pernah menginjakkan ke laga final, apalagi juara. Semifinal juga sejarah baru bagi pasangan yang akrab disapa Owi/Butet ini. Harapan besar mereka pun harus kandas dan mereka menunda keinginan untuk juara di superseries finals.(jpg)