Beranda Berita Utama Jasa Pengiriman Paket Naik

Jasa Pengiriman Paket Naik

BOGOR-Momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), seolah menjadi angin segar bagi para penyedia jasa pengiriman barang. Terutama, PT Pos Indonesia. Perusahaan pelat merah itu kini bangkit dari ‘mati suri’-nya seiring berkembangnya jual beli daring (online).

Tak tanggung-tanggung, momentum Harbolnas yang jatuh pada 12 Desember itu membuat jumlah pengiriman barang membengkak hingga dua kali lipat. Kini, di hari-hari sisa Harbolnas, di Kantor Pos Bogor berada di kisaran 8 ribu pengiriman per hari.

Berbeda dari kondisi normal yang berada di angka 4 ribu pengiriman per hari. Kepala Kantor Pos Bogor, Pujiati Budiani mengungkapkan, 70 persen dari barang yang dikirim yaitu dalam bentuk paket.

Sisanya, 30 persen merupakan pengiriman surat-menyurat dan wesel. “Kalau surat masih banyak karena ada korporat, seperti tagihan-tagihan,” jelasnya saat ditemui Radar Bogor di kantornya, kemarin.

Khusus di Bogor, pengiriman yang dilakukan lebih dominan berasal dari luar Kota. Sebab, menurut Puji, mayoritas produsen pedagang daring berdomisili di Jakarta. “Pening­katan secara transaksi terjadi di Kantor Pos yang bertalian di sana. Kita yang kebagian antarannya, naik 20 persen,” terangnya.

Ia mencoba untuk merinci jenis-jenis jual beli daring yang kerap kali dilayani, yaitu terbagi menjadi tiga jenis.

Pertama business to costumer (B to C) yang transaksinya diperantarai oleh pihak website.

Kedua, jenis Semi B to C, yaitu transaksi yang pengirimannya secara langsung dilakukan penjual, tapi transaksi pembayaran barangnya dipe­rantarai oleh pihak website jual beli.

Ketiga, jenis costumer to costumer (C to C) yang tran­saksi barang dan pengirimannya langsung dilakukan oleh penjual dan pembeli.

Menurutnya, mayoritas yang terjadi di Bogor adalah C to C, karena kegiatan tersebut memang cenderung tidak dilakukan secara lintas wilayah.

“Di Bogor sendiri banyak penjual online, tapi kebanyakan yang C to C. Kalau B to C kami terkenanya hanya antaran, karena sebagai kota tujuan,” papar Puji.

Tak hanya itu, berkat aktivitas jual beli daring, Kantor Pos Bogor juga mengoptimalkan pelayanan berupa menambah waktu penerimaan di berbagai agen penerimaan barang. Dari semula yang pelayanannya tutup pukul 19.00, kini berubah menjadi hingga pukul 22.00. Namun, khusus pada Minggu layanannya hanya sebatas sampai pukul 15.00.

Kini di wilayah area Kota dan Kabupaten Bogor ada tersebar 94 loket penerima barang yang terdiri atas agen pos, kantor cabang, dan kantor pusat.(fik/c)