Beranda Bogor Raya Dinkes Sweeping Anak-Anak

Dinkes Sweeping Anak-Anak

CIBINONG–Akhir 2017 pe­nyakit difteri merajalela di wila­yah Indonesia, khususnya di Ka­bu­paten Bogor. Meski tidak masuk kejadian luar biasa (KLB) difteri pada anak di Kabupaten Bogor, sembilan orang sudah terjangkit penyakit me­nular mematikan tersebut.

Dua anak meninggal dunia dan tujuh anak masih bisa ter­selamatkan. ”Kami men-swee­ping pada anak-anak, baik usia 0-12 bulan dan anak-anak sekolah dasar (SD) kelas 1 dan kelas 2,” kata Kabid Pembe­ran­tasan dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Agus Fauzi kepada Radar Bo­gor kemarin (12/12).

Menurut dia, cara untuk me­nang­­gulangi wabah penyakit dif­teri ini hanya imunisasi saja. Nah, pada imunisasi difteri pada anak usia 0-12 bulan dan anak-anak SD kelas 1 dan 2 atau usia 7-8 tahun terkendala se­bagian masyarakat Kabupaten Bogor menolak, karena haram. Begitu juga ke sekolah-sekolah di pelosok.

Sekolah Al Azhar di Ibu Kota Ka­bu­paten Bo­gor pun sempat meno­lak petugas saat melakukan imunisasi difteri pada siswanya. ’’Padahal imu­nisasi ini gratis, tapi stigma mas­yarakat yang menolak bah­wa imunisasi difteri adalah ha­ram, ini yang menjadi kendala kami di lapangan,’’ tegas dr Agus.

Kejadian luar biasa di beberapa daerah dan di Kabupaten Bogor menyebabkan sembilan orang ter­jangkit difteri, satu sisi sangat mem­bantu petugas Dinkes untuk melakukan sosialisasi ba­haya dan penularan difteri.

Di daerah KLB difteri, pe­me­rintah mencanangkan imunisasi outbr­eak renponse imunisasion (ORI), tapi di Kabupaten Bogor tidak kebagian program ini kare­na tidak masuk daerah KLB di Jabar.

”Mekanisme imumisasi ORI, jika seorang terjangkit penyakit difteri maka semua orang di desa tersebut harus di imunisasi, tan­pa kecuali.” papar dr. Agus.

Sesuai rencana, imunisasi ula­ng serentak alias ORI akan dimulai pada tanggal 11 De­sem­ber 2017.

Setelah tahap pertama selesai, tahap kedua akan dilaksanakan 11 Januari 2018 dan tahap ketiga pada 11 Juli 2018. Sasaran umur pun diperluas dari usia 1 tahun sampai 19 tahun.

Sedangkan untuk diatas 19 tahun, masih sangat rentan terkena Difteri. Makanya, dr Agus menyarankan agar mela­kukan imunisasi di rumah sakit atau dokter umum yang me­nyediakan fasilitasnya. ”Tapi sudah tidak gratis lagi, kecuali di daerah yang KLB masih ditanggung pemerintah,’’ tegas pria berkumis tipis ini.

Saat ini, Dinkes Kabupaten Bogor gencar melakukan so­sia­lisasi pencegahan difteri dengan menyebarkan informasi kepada masyarakat agar me­la­kukan imunisasi rutin. Imu­nisasi ini harus bertahap sejak anak usia 2, 4, 6, dan 18 bulan, 6 tahun, serta 12 tahun.(*)