Beranda Berita Utama Dibom, Pengajuan Visa ke Amerika Makin Sulit

Dibom, Pengajuan Visa ke Amerika Makin Sulit

ilustrasi

AMERIKA–Setelah serangan bom di New York, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan di­akhiri­nya migrasi berantai ke AS.

Ia me­minta Kongres AS mencegah insiden serupa terjadi di masa depan. Trump menyerukan diakhirinya migrasi berantai setelah terjadinya serangan teroris yang diduga dilakukan penduduk asli Bangladesh.

Akayed Ullah bermigrasi ke AS berkat visa untuk orang-orang yang memiliki saudara warga AS atau penduduk tetap AS. Dia meledakkan sebuah bom ledeng di terowongan di tengah Kota Manhattan, New York. Ia melukai dirinya sendiri serta tiga orang lainnya.

“Teror yang terjadi di negara kita masuk melalui migrasi keluarga besar. Ini tak sesuai dengan keamanan nasional,” kata Trump seperti dilansir RT, Selasa, (12/12).

Amerika, ujar Trump, harus memperbaiki sistem imigrasi yang lemah. Imigrasi yang memungkinkan terlalu banyak orang yang berisiko melakukan aksi teror dan sebenarnya tidak memiliki hak untuk mengakses AS.

“Kongres harus mengakhiri migrasi rantai,” ujar Trump. Migrasi ini merujuk pada program di mana imigran memasuki AS melalui sponsor keluarga yang sudah tinggal di negara tersebut.

Trump juga meminta Kongres AS untuk bertindak atas usulan administrasinya. Yakni, meningkatkan keamanan dalam negeri, termasuk meningkatkan jumlah petugas penegakan imigrasi dan bea cukai.

“Kongres perlu meningkatkan otoritas penangkapan dan penahanan petugas imigrasi. Mengakhiri kecurangan dan pelecehan dalam sistem imigrasi kita,” ujar Trump.

Jaksa Agung Jeff Sessions mengatakan, Trump benar mengenai perlunya perubahan yang kita butuhkan. “Kami telah melihat dua serangan teroris di New York dalam waktu kurang dari dua bulan yang dilakukan oleh orang-orang yang datang ke sini akibat kebijakan imigrasi yang gagal dan tidak melayani kepentingan nasional, antara lain migrasi undian dan migrasi rantai,” katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, mengatakan kebijakan Trump seharusnya bisa mencegah insiden Senin lalu. Kurang dari dua bulan lalu, delapan orang tewas karena serangan truk di dekat World Trade Center. Pelakunya seorang imigran asal Uzbekistan.

Sejak 1965, kebijakan imigrasi Amerika telah melahirkan banyak kesempatan bagi penduduk asing untuk masuk ke sana. Mereka yang diutamakan masuk adalah yang ingin mengembangkan ilmu, pendidikan, keahlian dan lainnya. Mereka biasanya masuk AS karena telah memiliki keluarga. Imigran yang telah jadi permanent resident bisa mengajukan izin tinggal untuk keluarganya, baik pasangan, orang tua, anak, saudara kandung.

Pemerintah Trump berusaha membatasi sistem imigrasi untuk pasangan dan anak. Seperti diketahui, serangan Terminal bus Port Authority tidak berada jauh dari Trump Tower atau sekitar lima menit dengan berjalan kaki.(jp)