Beranda Berita Utama Terus Dorong Kemerdekaan Palestina

Terus Dorong Kemerdekaan Palestina

PROTES: Warga Palestina mencoba bertahan dari serangan polisi Israel, kemarin. (Reuters)

AMMAN–Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi melakukan pertemuan bila­teral dengan Menlu Yor­dania Ayman Safadi di kantor Kemlu yordania di Amman kemarin (11/12). Pertemuan tersebut merupakan rangkaian per­juangan diplomasi Indo­nesia untuk Palestina.

Melalui keterangan resmi, Retno menjelaskan, dirinya dan Safadi melakukan koor­dinasi terkait langkah diplo­masi untuk memperjuangkan status Yerusalem dan kemerdekaan Palestina.

”Pernyataan unilateral Amerika Serikat mengenai status Yerusalem tidak akan mengubah komitmen kuat diplomasi Indonesia untuk memperjuangkan kemerde­kaan Palestina,” tutur diplomat 55 tahun itu.

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Retno menambahkan, Yordania merupakan tokoh penting bagi Palestina. Raja Yordania adalah pelayan situs suci di Yerusalem, yang memiliki peran pelindung terhadap situs suci Yerusalem; mewakili kepentingan situs suci Yerusalem di dunia internasional; dan mengatur badan Wakaf di Yerusalem.

”Raja Yordania punya posisi khusus. Oleh karena itu, semua yang menyangkut Yerusalem itu biasanya Raja Yordania selalu diajak bicara. Karena itu juga, saya berangkat dan bertemu dengan Menlu Yordania,” ungkap dia.

Kepada Safadi, Retno menyampaikan bahwa masyarakat internasional harus terus berpegang kepada keputusan ’status quo’ yang telah ditetapkan PBB mengenai status Yerusalem saat ini. ”Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menghentikan ketidakadilan yang dihadapi rakyat Palestina,” tutur Retno.

Retno juga mengajak Yordania untuk memperkuat perjuangan diplomasi. Baik secara bilateral maupun multilateral untuk mencegah negara lain mengikuti jejak AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel atau memindahkan Kedutaan mereka ke Yerusalem. Retno juga mengajak Yordania untuk mengambil langkah untuk meyakinkan negara-negara yang belum mengakui Palestina untuk mela­kukannya.

”Dukungan terhadap Palestina juga harus ditunjukan tidak saja secara politis. Tapi juga secara konkret dengan mengingkatkan bantuan kemanusiaan, ekonomi, dan peningkatan kapasitas,” kata Retno.

Pada kesempatan itu juga, Retno menyampaikan sikap Presiden Joko Widodo terhadap keputusan Presiden Trump tersebut. Presiden Jokowi mengecam keras langkah unilateral Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Langkah tersebut, lanjut Retno, mempertaruhkan upaya proses perdamaian dan perdamaian itu sendiri.

Setelah melakukan perte­muan bilateral dengan Safadi, Retno juga dijadwalkan utnuk mendampingi Presiden Jokowi menghadiri KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, Turki. Kehadiran Presiden Jokowi, kata Retno, menunjukan pentingnya isu Palestina. Bukan hanya bagi masyarakat Indonesia, tapi juga bagi pemerintah yang berkomitmen untuk mendukung kemer­dekaan Palestina.

”Tidak akan ada perdamaian yang adil dan hakiki di Timur Tengah sebelum ada Kemerdekaan Palestina,” tegas Retno.

Presiden Jokowi dijadwalkan berangkat hari ini seusai menghadiri agenda di Jakarta. Sidang OKI Sendiri dijadwalkan berlangsung besok (13/12) di Istanbul, Turki. Sebelumnya, Presiden memang mendesak OKI untuk bersidang untuk mengambil langkah pasca klaim sepihak yang dilakukan AS terhadap Jerussalem.
”Kalau OKI bersidang, saya akan datang,” ucapnya. Dia akan menyampaikan sikap Indo­nesia dan hasil komu­nikasinya dengan Presiden Pales­tina Mahmoud Abbas.
Retno menuturkan, banyak pihak menaruh harapan besar pada KTT Luar Biasa OKI nanti. KTT OKI harus menghasilkan pesan yang kuat, optimal, dan dapat diimplementasi terkait penolakan negara-negara OKI terhadap langkah Amerika Serikat. Selain itu, penting bagi OKI untuk menyepakati langkah konkret untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

”Negara-negara OKI harus dapat memanfaatkan momen ini tidak saja untuk mem­bulatkan dukungannya ter­hadap penolakan kebijakan Amerika Serikat. Tapi juga yang lebih penting mendorong agar secepatnya dapat merea­lisasikan kemerdekaan Pales­tina,” kata Retno.   (and/byu/jun)