Beranda Metropolis Mengenal Komunitas Bogor Prewedding Photography

Mengenal Komunitas Bogor Prewedding Photography


JEPRET: Para anggota Bogor Prewedding Photography (BPWP) mengadakan acara kopi darat (kopdar) dengan fotografer prewedding lainnya di Taman ekspresi, Bogor, beberapa waktu lalu. (Nelvi/radar bogor.)

Bila ditekuni, hobi fotografi juga bisa menghasilkan uang. Hal itu dirasakan betul oleh anggota komunitas Bogor Preweding Photography. Anggota komunitas tersebut kerap menerima job bersama. Selain soal pekerjaan, manfaat lain, mereka bisa memperluas relasi dan wawasan tentang fotografi.

Laporan : Rany Puspitasari

Ketua koordinator wilayah Bogor, Fajar Nugraha menjelaskan bahwa komunitas yang baru terbentuk pada 15 September itu merupakan komunitas pertama di Bogor beranggotakan 86 anggota fotografer wedding dan prewedding. Baik itu mereka yang sudah mandiri memiliki nama maupun yang masih amatir.

universitas nusa bangsa unb

Ditemui Radar Bogor di Taman Ekspresi pekan lalu, kegiatan kopdar perdana itu diisi dengan saling sharing ilmu. “Kopdar awal kami, sharing bagaimana teknis motret prewedding kali ini,” jelasnya seusai pemotretan.

Fajar mengatakan, tiap sharing selalu berbeda apa yang didiskusikan. Kali ini mereka lebih mendiskusikan teknik foto prewrdding di ruang terbuka. “Sebenarnya yang disharing basic motret. Kaya bagaimana atur pencahayaan di outdoor, beda kan sama indoor, terus ngaruh sama baju prewedding client,” beber Fajar.

Mereka juga sharing bagaima­na jalin komunikasi dengan client saat acara wedding dan juga kendala apa saja yang ditemui di lapangan. Biasanya, kata Fajar, fotografer wedding terkendala saat acara wedding mengingat ramainya undangan yang kadang sulit diatur dan susah koordinasi dengan kelu­arga.

“Kadang sudah koordinasi atau briefing sebelum acara, pas acara susah banget koordi­nasi dan ambil gambar. Makanya trik-trik antisipasi hal itu juga kami selalu sharing,” tambahnya.

Satu lagi yang sangat penting dan menjadi impian para anggota mereka. Yaitu tidak bergantung pada wedding organizer atau bergerak secara mandiri. Hal itu menjadi impian mereka kedepan yang terus digali celahnya agar semua bisa bergerak secara mandiri berhubungan langsung dengan client. “Itu mimpi kami semua kedepan, dan terus kami gali dan support masing-masing untuk terus bergerak ke arah sana,” tegas Fajar. (*/c)