Beranda Bogor Raya Dikejar karena tak Memberi Uang

Dikejar karena tak Memberi Uang


PUNGUTAN LIAR: Jembatan Cipamingkis, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, masih dalam perbaikan. Meski demikian, pengendara roda dua maupun roda empat bisa melintasi jembatan alternatif. (Azis/Radar Bogor)

JONGGOL–Pungutan liar terhadap pengendara yang melintas di jembatan alternatif Cipamingkis masih saja terjadi. Peringatan unsur Muspika Kecamatan Citeureup agar tak ada pungutan liar (pungli) pun tampaknya tak diindahkan para pengelola jembatan alternatif.

Salah seorang pengendara, Sujana (43) mengaku diminta uang saat melintasi jembatan. Oknum penjaga jembatan bahkan terkesan memaksa dan meneriakinya saat ia tak memberi uang. ”Saya dikejar sambil diteriaki jurig (setan, red) karena tidak punya uang kecil untuk membayar,” akunya.

Beruntung ia mengantongi rokok. Sambil mengomel petugas jembatan langsung mengambil sebungkus rokok miliknya. ”Saya takut karena mereka beramai-ramai,” imbuhnya.

universitas nusa bangsa unb

Hal senada juga diungkapkan Sintaro (28). Dia mengaku dipaksa membayar kalau ingin lewat. Sebab, akan dikejar dan ditegur dengan bahasa yang tidak sopan jika tidak mau bayar.

”Saya bayar saja Rp5 ribu, karena mereka ngejar saat saya tidak membayar. Ini aneh, kok aparat mendiamkan?” keluhnya. Dia juga berharap aparat segera menertibkan pungutan liar yang memaksa pengemudi tersebut.

Sementara itu, pantauan Radar Bogor, Jembatan Cipamingkis sedang dicor. Di sisi lain, tampak penjaga jembatan alternatif sibuk meminta uang kepada para pengemudi yang melintas.

Terkait masalah tersebut, Camat Jonggol Beben Sunandar mengaku akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak tegas oknum tersebut. ”Sudah diperingatkan, mereka malah semakin nekat,” singkatnya.(azi/c)