Beranda Metropolis Beri Contoh Sikat Gigi yang Benar

Beri Contoh Sikat Gigi yang Benar

SERIUS: Para siswa antusias mengikuti kegiatan edukasi cara menjaga kebersihan gigi dan mulut yang dilaksanakan di Lapangan Masjid Roosniah Al Ahmad, Bogor Nirwana Residence (BNR), Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan.

BOGOR – Ada suasana berbeda di Lapangan Masjid Roosniah Al Ahmad, Bogor Nirwana Residence (BNR), Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan, Selasa (5/12). Ratusan siswa dan siswi Paud mendapatkan edukasi untuk meningkatkan kesadaran sejak dini dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Secara bergantian mereka melakukan praktik gosok gigi secara baik dan benar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah mengatakan, kegiatan tersebut untuk mengubah perilaku anak tentang penting­nya menjaga kebersihan gigi dan mulut melalui sikat gigi. “Intinya, mengubah perilaku anak untuk hidup sehat dengan menyikat gigi dengan baik dan benar setiap hari,” jelasnya.

Dia mengatakan, peme­riksaan itu sebagai bahan evaluasi untuk melihat pola kesehatan gigi dan mulut yang sudah diajarkan, apakah sudah benar-benar diterapkan oleh anak-anak atau tidak.

universitas nusa bangsa unb

“Makanya, kami terus lakukan pemeriksaan kembali,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, sosialisasi kesehatan akan terus digalakkan untuk menjaga kesehatan, terutama gigi dan mulut. “Kita harapkan dengan kegiatan seperti ini, maka masyarakat terutama para murid SD sudah mengerti pentingnya menjaga kesehatan mulut dan gigi, serta menyikat gigi dengan benar,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, banyak orang tua yang masih mengang­gap biasa persoalan sakit gigi yang menimpa anaknya. Pada­hal, sakit gigi dapat meme­ngaruhi kesehatan lainnya pada anak sekolah, termasuk bermasalahnya pola makan.

Staf Yankesprim Dinkes Kota Bogor drg Aditya menambahkan, pemilihan daerah Bogor Selatan adalah untuk memperluas cakupan kegiatan usaha kesehatan gigi masyarakat (UKGM), dengan sasaran tiap wilayah per tahun yang sudah dimulai 2016. “Masalah gigi memang tidak boleh disepelekan. Apalagi, penyakit gigi itu masih menempati 10 besar penyakit,” bebernya.

Dari data yang dia miliki, penyakit pulpa dan jaringan apikal paling banyak dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa dengan persentase 43 persen, disusul gingivitis dan peny periodontal 38 persen, dan karies gigi 7 persen. “Kasus penyakit pulpa dan jaringan apikal lebih sering muncul, karena biasanya kalau gigi sudah sakit dan bengkak, pasien baru datang ke dokter gigi,” ungkapnya.(ran/c)