Beranda Berita Utama Kerahkan Helikopter Bantu Distribusi Logistik

Kerahkan Helikopter Bantu Distribusi Logistik

BERLUMPUR: Warga Pacitan mulai kembali setelah rumahnya tergenang banjir.

PACITAN–Penanganan korban bencana banjir dan tanah longsor di Pacitan terus dilakukan kemarin (02/12). Salah satunya dengan mengerahkan satu helikopter ke lokasi terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Nawangan. Helikopter bercat putih dan bertuliskan BNPB itu dua kali mondar-mandir di langit Pacitan mengirimkan bantuan logistik bagi warga di kecamatan yang berbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah tersebut.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, pihaknya sengaja mengerahkan helikopter untuk membantu proses pendistribusian logistik bagi korban bencana alam di Kecamatan Nawangan. Sebab, akses menuju ke lokasi bencana tanah longsor itu tidak bisa diakses melalui jalur darat.

Karena Jalan Arjosari-Purwantoro putus total tertimbun material longsor. ”Untuk wilayah yang terisolasi, pemerintah sudah mengoperasikan heli bel di Kecamatan Nawangan untuk memberi distribusi bantuan logistik,’’ katanya saat meninjau posko pusat komando tanggap darurat bencan banjir dan tanah longsor Pacitan, Sabtu siang.

universitas nusa bangsa unb

Sedangkan, terkait bantuan anggaran tanggap darurat, Willem mengaku pihaknya sudah mengalokasikan dana siap pakai sebesar Rp500 juta. Dana itu bakal digunakan untuk operasional posko bencana serta mencukupi kegiatan satgas penanganan korban terdampak banjir dan tanah longsor.

upaya penanganan darurat bencana di lapangan tidak terkendala. ”Untuk masalah dukungan dana tidak masalah. Jadi, akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,’’ ujar purnawirawan perwira tinggi TNI-AL tersebut.

Hasil dari data di lapangan, Willem menyembut jumlah penduduk yang masih mengungsi di tempat pengungsian atau di rumah tetangga mereka mencapai 1.870 jiwa. Karena itu, pemenuhan kebutuhan logistik kepada para pengungsi menjadi prioritas utama.

Di samping terus mengupayakan pencarian korban meninggal dunia terdampak banjir dan tanah longsor. ”Kita juga melakukan assessment supaya pemulihan itu bisa diakukan secepat-cepatnya,’’ imbuh peraih tanda jasa Satya Lencana Dwidya Sistha itu.

Saat ini, tercatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Pacitan mencapai 25 jiwa. Terdiri dari 19 korban tanah longsor dan sembilan korban banjir. Para korban tersebar di enam kecamatan. Masing-masing, dua korban di Kecamatan Nawangan dan Arjosari, lima korban di Pacitan, 12 korban di Kebonagung, tiga korban di Tulakan, serta satu korban di Kecamatan Tegalombo.

Pantauan Jawa Pos Radar Pacitan (Grup radar Bogor), selain mengunjungi posko pusat komando tanggap darurat bencana, Willem juga meninjau beberapa tempat yang terdampak bencana banjir di Lingkungan Teleng, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan.(her)