Beranda Metropolis Galakkan Gerakan Anti-Fogging, Fokus Pemberantasan Sarang Nyamuk

Galakkan Gerakan Anti-Fogging, Fokus Pemberantasan Sarang Nyamuk

BURU JENTIK NYAMUK: Sejumlah pelajar berusaha mencari sarang nyamuk untuk dimusnahkan. ILUSTRAS

Pemahaman masyarakat mengenai fogging kerap kali disalahartikan sebagai pemberantas penyakit demam berdarah (DBD) karena mematikan nyamuk Aedes Aegypti. Namun, itu tidak sepenuhnya benar. Sebab, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa tidak dengan telurnya. Karena itu, Kelurahan Kedungjaya mulai menggalakkan gerakan anti-fogging, dan mulai melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Laporan: RANY PUSPITASARI

Cara ini, menurut Lurah Kedungjaya, Pria Gunadi, lebih ampuh daripada menggunakan fogging. Menurut Pria, dengan PSN, pihaknya sudah mematikan titik awal perkembangan nyamuk.

universitas nusa bangsa unb

“Sejak awal tahun, warga sepakat bahwa memberantas nyamuk itu dengan memberantas dulu sarang-sarangnya, yang berpotensi sebagai tempat munculnya jentik-jentik nyamuk,” ungkapnya kepada Radar Bogor.

Edukasi itulah yang awalnya ia berikan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor melalui Puskesmas Kedungbadak. Warga diberikan pemahaman mengenai memberantas demam berdarah. Makanya, tercanangkanlah program rutin PNS yang digalakkan di Kelurahan Kedungjaya.

“Tujuan dilakukannya PSN, agar mereka (warga) terbiasa membersihkan tempat berkembang biaknya nyamuk di lingkungan rumah,” bebernya. Adapun tempat berkembangbiaknya nyamuk yaitu tempat penampungan air.

Misalnya, dispenser, bak mandi, lemari es, kaleng dan botol bekas yang berlubang, tumpukan ban-ban bekas yang di dalamnya tergenang air. Ia mengatakan, program PSN di Kelurahan Kedungjaya dilaksanakan rutin satu bulan sekali setiap Jumat dengan melibatkan seluruh kader.

“Kurang lebih 50 orang kader yang tersebar di 11 posyandu di wilayah Kelurahan Kedungjaya kita libatkan,” ucapnya. Sementara itu, Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular dan Surveilance (P3MS) Dinkes Kota Bogor, dr Sari Chandrawati mengatakan, hanya ada dua wilayah di Kota Bogor yang mencanangkan gerakan anti-fogging dan lebih fokus ke PSN.

“Harusnya itu di semua wilayah. Saya sangat mendukung dan harusnya digalakkan agar DBD ini jumlah nya semakin menurun tiap ta hun nya, bukan malah mening kat karena pemahaman masya rakat yang salah,” tutupnya.(*/c)I