Beranda Bogor Raya LKP Atasi Masalah Putus Sekolah

LKP Atasi Masalah Putus Sekolah

Staf Khusus Kemendikbud for Radar Bogor KUNJUNGAN: Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Fajar Riza Ul Haq (tiga dari kanan) saat berkunjung ke LKP di Cisarua.

BOGOR–Kemandirian dalam ekonomi merupakan salah satu fokus pemerintah saat ini. Berbagai cara pun dilakukan untuk mewujudkannya. Salah satunya melalui pemerataan pendidikan dan keterampilan masyarkat.

Hal ini rupanya sudah dilaku­kan LKP Viderista, lem­baga kur­sus dan pelatihan yang me­nyasar kaum perempuan di bidang tata rias pengantin, tata ke­cantikan kulit, rambut, tata­boga, spa, hantaran, dan tata busana.

Berdiri sejak 20 tahun lalu, LKP Viderista belum lama ini masuk program penerima bantuan pemerintah melalui Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUD dan Diknas Kemendikbud.

universitas nusa bangsa unb

“Dalam menghadapi problem masyarakat yang terpaksa putus sekolah, LKP Viderista bisa men­jadi harapan dengan me­nga­jak masyarakat mengikuti kejar paket,” ujar Staf Khusus Men­teri Pendidikan dan Ke­bu­dayaan, Fajar dalam rilis yang diterima Radar Bogor.

Menurutnya, pemerintah saat ini telah membuat prog­ram kembali wajib sekolah bagi mereka yang belum sempat me­nyelesaikan pendi­dikannya.

Khusus LKP Viderista, Fajar menilai LKP ini memiliki peran strategis dalam menciptakan sosok perempuan yang bisa berdaya secara ekonomi, bahkan bisa menciptakan peluang lapangan pekerjaan.

“Ini penting, karena lapangan pekerjaan yang ada seperti menjadi buruh pabrik atau bekerja di pemerintahan tidak dapat menampung perempuan,” tuturnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat yang juga turut hadir mendampingi kunjungan Fajar, Muslihudin menyampaikan harapannya agar pemerintah tetap memberi perhatian yang cukup bagi kehadiran LKP.

Kata dia, LKP memiliki posisi strategis untuk melahirkan sosok-sosok perempuan berjiwa wirausaha sehingga dapat berperan dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Citeko Sahrudin menjanjikan bantuan berupa tanah seluas empat hektare untuk dijadikan fasilitas pelatihan yang dananya berasal dari dana desa.(don/a)