Beranda Metropolis Kadin Usulkan Saksi Lelang

Kadin Usulkan Saksi Lelang

BOGOR–Praktik ‘monopoli’ proyek betonisasi di sepanjang jalan Empang-Pasir Kuda menuai kritikan. Salah satunya dari Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Bogor. Wakil Ketua Bidang Konstruksi Kadin Kota Bogor, Agus Lukman, menilai perlu adanya saksi dalam proses lelang.

Agus mengatakan, meski Pemkot Bogor sudah memberlakukan proses lelang menggunakan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), tak menjamin proses lelangnya berlaku sportif. “Sering saya katakan jangan terlalu mendewakan LPSE, karena bagaimanapun canggihnya sistem tergantung operatornya,” katanya kepada Radar Bogor, kemarin (23/11).

Jika mengandalkan LPSE, dari segi kecepatan, akurasi, dan efisien memang lebih diuntungkan. Namun, ada satu hal yang tidak bisa diatur dalam LPSE, yakni kejujuran. Pihak pengusaha memang tidak bisa disalahkan jika sudah kadung disetujui Unit Layanan Pengadaan (ULP).

universitas nusa bangsa unb

Untuk itu, pihaknya mengusulkan beberapa terobosan mengenai diberlakukannya saksi lelang. Saksi tersebut nantinya memantau proses lelang mulai dari evaluasi penawaran hingga selesai. “Sehingga akan terjadi fair play yang diharapkan. Hal ini tidak ada aturan yang melarang ataupun yang membolehkan, tergantung keinginan pemilik pekerjaan mau fair play atau tidak,” kata Agus.

Ia meminta agar usulannya tersebut bisa diterima dengan baik dan bisa langsung diberlakukan pada 2018. “Jadi, masalah ini yang paling tahu dan bertanggung jawab, ya, ULP. Sebab, mereka yang mengevaluasi dan menentukan pemenang,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelum nya, pekerjaan betonisasi Empang-Pasir Kuda yang terbagi dalam beberapa proyek itu kembali menuai sorotan. Pasalnya, ada empat kegiatan dalam proyek yang membentang di Kecamatan Bogor Barat hingga Kecamatan Bogor Selatan itu yang ”dimonopoli’’ satu kontraktor.

Adalah PT Kalapa Satangkal Makmur Sejahtera yang memborong empat pekerjaan sekaligus. Padahal, dari data yang dimiliki Radar Bogor, perusa haan tersebut hanya memenangi tender untuk pelaksanaan peningkatan Jalan Aria Suryalaga senilai Rp4,1 miliar.

Namun yang terjadi di lapangan, proyek betonisasi Jalan Pulo Empang, Jalan Aria Suryawinata, dan Jalan Pemda Batas Kota justru dikerjakan oleh PT Kalapa Satangkal Makmur Sejahtera. Padahal, pemenang tender proyek tersebut berbeda-beda.

“Ada beberapa kegiatan pembangunan betonisasi yang semuanya dilakukan oleh satu pelaksana yang sama. Tentu ini harus dipertanyakan karena perusahaan pemenang tender berbeda-beda,” ujar Ketua Komisi C DPRD Kota Bogor Laniasari.(rp1/c)