Beranda Politik Dukungan untuk Maju di Pilbup Meluas

Dukungan untuk Maju di Pilbup Meluas

DUKUNGAN: Salah satu baliho dukungan untuk Beben Suhendar.

Simbol Beben Suhendar Center (BSC) sudah beredar di media sosial maupun atribut cetak. Umumnya, penggunaan nama seseorang pada sebuah lembaga, badan, organisasi atau jenis perkumpulan tertentu, identik pendirinya adalah nama yang ada dalam organisasi tersebut.

Ketua Jonggol Cendekia/ Media Center BSC, Harry Hardiyana mengatakan, lain halnya dengan BSC yang justru lahir di luar ide, inisiatif, dan gagasan Beben Suhendar. “Justru ini lahir dari masyarakat tanpa sepengetahuannya ketika berdiri,” ujarnya melalui kete rangan tertulis kepada Radar Bogor, kemarin (21/11).

Satu tahun yang lalu, kata dia, sepekan setelah Beben dilantik menjadi camat Jonggol pihaknya beraudiensi. “Seme njak bertemu, bagi saya, Beben sudah memiliki nilai positif, ia bahkan sudah memikirkan berbagai macam terobosan di awal-awal menjabat,” ujarnya.

universitas nusa bangsa unb

Satu pekan menjadi camat Jonggol, kata dia, terobosan yang dilakukan Beben yakni mendirikan tiga sekolah negeri baru sekaligus. Tak hanya itu, keseriusannya membangun daerah juga terus ditunjukkan dengan inovasi dalam bekerja.

“Saat itulah saya bersama teman-teman membuat lembaga Jonggol Cendekia. Sebuah lembaga kumpulan intelektual muda dan mahasiswa yang berasal dari Jonggol,” ungkapnya. Sebagai mitra strategis, sambung dia, interaksi Jonggol Cendekia dengan Pemerintah Kecamatan Jonggol, khususnya camat, cukup intens. “Kami melihat kemampuan dan kapasitas Beben sebetulnya melebihi dari seorang camat,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, kewenangan terbatas dengan hanya menjadi seorang camat, membuat inovasi yang digulirkan Beben pun terhambat. “Sosok Beben layak memiliki kewenangan lebih dibandingkan hanya menjadi seorang camat. Bisa saja menjadi bupati atau wakil bupati,” tegasnya.

Mendakati kontestasi Pilkada 2018, pandangan serupa pun bermunculan. Ia menambahkan, Beben yang pernah menjabat sebagai camat Cileungsi, Sukajaya, Sukamak mur, dan Tanjungsari, ternyata menerima berbagai apresiasi dan respons positif dari masyarakat.

Misalnya saja dengan mencanangkan Sukamakmur menjadi Jalur Puncak II, Tanjungsari menjadi kota pendidikan dan banyak inovasi lainnya yang telah menorehkan kesan baik di hati masyarakat. Sebagai PNS, Beben Suhendar juga tergolong pejabat nekat dengan menjadi inisiator pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Bogor Timur.

“Keberanian bergerak dan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya wilayah Bogor Timur yang secara pembangunan sangat semrawut, tidak mengen durkan niatnya menyua rakan aspirasi masyarakat Bogor Timur,” katanya. Kendati belum menjadi lembaga resmi dan terbentuk susunan pengurusnya, ia berharap BSC dapat menjadi lembaga kajian dan wadah para relawan dalam menyalurkan aspirasi untuk Bogor yang lebih baik.

“Untuk itulah kami Relawan Beben Suhendar Center memiliki jargon Bogor Hade, Bogor di Hate,” ucapnya. Sampai hari ini, dukungan terhadap Beben Suhendar untuk maju dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bogor 2018 pun semakin meluas, terutama di Kecamatan Cileungsi, Gunung Putri, Klapanunggal, Jonggol, Cariu, Tanjungsari, dan Sukamakmur.(*/ded)