Beranda Bogor Raya Cibubur Pramuka Kecam Penyerangan di Papua

Pramuka Kecam Penyerangan di Papua

PERERAT NKRI: Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault saat bersama-sama anggota Pramuka dari Papua dan provinsi lainnya. (Andika/Radar Cibubur)

CIBUBUR–Penyanderaan yang terjadi di Desa Banti dan Desa Kimbely, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), mendapat keprihatinan dari pengurus Gerakan Kwartir Nasional Pramuka. Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault menilai, pemerintah lewat TNI, Polri dan tokoh-tokoh masyarakat sudah banyak melakukan langkah-langkah persuasif.

Terbukti, menurutnya, sudah banyak pula mantan anggota OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang kembali ke Ibu Pertiwi NKRI. Ia mengingatkan masyarakat dan NGO, jangan kaget jika TNI dan Polri melakukan tindakan tegas manakala OPM atau KKB menembak hingga jatuh korban.

Adhyaksa juga mengecam aksi penyanderaan warga oleh KKB. Adhyaksa mendukung langkah-langkah pemerintah, karena memang pemerintah wajib melindungi warga negara Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri.

universitas pakuan unpak

“NKRI ini nikmat tiada tara, tidak asyik, tidak lengkap sebuah acara nasional tanpa kehadiran salah satu dari provinsi di NKRI, termasuk Papua. NKRI wajib kita wariskan utuh kepada generasi penerus,” kata Adhyaksa, dalam rilis yang diterima Radar Cibubur, Rabu (15/11).

Terkait peran Pramuka, Adhyaksa menjelaskan Pramuka itu perekat NKRI dengan berbagai kegiatan lapangan yang mempersatukan generasi muda dari seluruh wilayah NKRI.
“Tahun 2016 kita adakan Jambore Nasional, pesertanya 25.000 Pramuka (usia 11-15 tahun) dari seluruh kota/kabupaten di Indonesia. Pada 2017 kita adakan Raimuna Nasional, juga LT-V yang mempertemukan 528 Pramuka terbaik hasil seleksi ketat dari seluruh Indonesia,” terangnya.

Menurut Adhyaksa, kegiatan lapangan sangat efektif untuk merekatkan anak muda. Termasuk melalui perkemahan.

“Kalau Anda ke Cibubur saat Jambore Nasional, Raimuna Nasional, LT-V, maka Anda tidak hanya melihat miniatur Indonesia, namun juga masa depan Indonesia. Pulang dari perkemahan mereka bikin tagar #Kembali­kan­KamiKeCibubur di media sosial. Itulah salah satu peran Pramuka sebagai perekat NKRI,” jelasnya. (dka/c)