Beranda Kuliner Masak Ala Hot Stone, Beradu Cepat dengan Panas

Masak Ala Hot Stone, Beradu Cepat dengan Panas

EFEKTIF: Tidak butuh waktu lama untuk memasak ikan salmon menggunakan hot stone.

Seperti namanya, hot stone menggunakan medium batu. Yang dipakai adalah batu vulkanik. Tentu saja batu tersebut masih diproses lagi dengan bijih besi agar panasnya lebih tahan lama. Panas di hot stone bisa bertahan hingga lebih dari satu jam. Itu memungkinkan pemakai untuk memasak sekaligus menikmati hasil masakannya dengan peranti yang sama.

Kelebihan tersebut membedakan hot stone dari hot plate. Dengan hot plate, masakan siap disantap saat disajikan. Kelebihan lain memasak dengan hot stone, penikmat kuliner bisa menentukan sendiri tingkat kematangan bahan yang dimasak. Apa saja yang bisa dimasak dengan hot stone?

Sebenarnya, berbagai bahan makanan dapat dimasak dengan metode tersebut. Hanya, yang lebih populer adalah daging kambing dan sapi atau ikan, layaknya steak. ”Yang cepat matang tentu saja ikan. Yang butuh waktu paling lama untuk matang adalah daging sapi,” kata Latief Purnomo, chef Hotel Bumi Surabaya.

universitas nusa bangsa unb

Biasanya, dibutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk mematangkan ikan seperti salmon. Daging sapi atau kambing butuh waktu 10 menit sampai matang. Tetapi, itu tidak baku. Perlu dilihat juga faktor ketebalan daging plus selera penyantap masakan. Ada yang suka rare, medium, atau well done.

Untuk seasoning, tidak diperlukan banyak macam demi menjaga keaslian rasa bahan yang dimasak. Menu hot stone, lazimnya, dipadu dengan salad dan kentang. Salad berisi selada, tomat, dan paprika yang diiris tipis. Salad tersebut lebih baik disantap lebih dulu. ”Perpaduan sayur dan mayones mampu menggugah selera untuk menikmati menu selanjutnya,” terang Latief.

Setelah itu, baru daging dimasak dan dinikmati bersama kentang. Bisa dipilih stick fries potato, mash potato (kentang tumbuk), atau baked potato (kentang panggang). (lie/c12/any)