Beranda Metropolis STTP Genjot Minat Bisnis Mahasiswa

STTP Genjot Minat Bisnis Mahasiswa

KOMPAK: Mahasiswa STTP Bogor bersama Tim International Fund for Agricultural Development (IFAD

BOGOR–SekolahTinggiPenyuluhPertanian (STTP)Bogor,Kampus Cibalagung,menerima kunjungan penting, Selasa (7/11). Adalah Tim International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang datang khusus untuk melihat program Penumbuhan Wirausaha MudaPertanian (PWMP).

Ketua STPP Bogor Nazaruddin mengatakan, kedatangan delegasi IFAD yang berjumlah lima orang itu, ingin melihat bagaimana penerapan PWMP di STPP. Mereka ingin menggali dan mempelajari bagaimana aktivitas yang dilakukan oleh mahasiswa STPP dalam melaksanakan kegiatan wirausaha.

“Mereka sampai bertanya bagaimana nanti ke depannya. Kita harapkan PWMP yang di STPP ini adalah prosesnya, pembelajaran. Tapisetelah itu,diharapkan mereka mandiri, bisa mengembangkan usahanya sendiri, membangun usahanya.Tidaksebagai job seeker tapi job creator,” katanya.

universitas pakuan unpak

Tapi yang lebih penting, kata Nazar, mahasiswa STPP harus berpikir pasar, tidak berpikir kemudian produksi dulu. Akan berbeda potensi produksi dengan pasar, keduanya harus mahasiswa STPP lihat. “Mungkin, mereka bisa supporting apa untuk pengembangan STPP ke depan. Sejauh ini, anak-anak sudah menjalankan usahanya secara umum dengan baik.

Bahkan, beberapa sudah memiliki link pasar dan ada juga yang belum, misalnya ada juga tidak produksi dulu karena kegiatan PKL atau lainnya,” kata dia. Sebab, kata Nazar, berbicara usaha itu harus continue. Persoalan seperti pemasaran yang masih kurang, sambung Nazar, akan ditanggulangi, salah satunya dengan STPP yang akan mengundang pebisnis, meng-create semacam business meeting untuk membuka jaringan usaha.

“Kita bisa masuk, bahkan diharapkan bisa MoU dengan pelaku usaha itu. Dan bisa menerima produk-produk mahasiswa STPP, mereka bisa mendapatkan link nanti ketika mereka sudah tidak lagi di STPP,” pungkasnya. menurut Nazar, tak sedikit mahasiswa STPP yang sudah mandiri dan banyak yang bermain di pasar.

Dirinya tidak lagi mengharapkan mahasiswa STPP menjadi PNS. Bahkan, sebagian mahasiswa sudah yakin tidak berminat menjadi PNS. “Saya kira 30 persen mahasiswa STPP yang menjadi wirausaha sudah sangat luar biasa. Makanya, saya akan dorong terus untuk menjadi 50 persen. Ke depan dengan memberikan pelatihan lagi,” tandas Nazar.(wil/c)