Beranda Metropolis Menyelamatkan Ibu dengan SMS Bunda

Menyelamatkan Ibu dengan SMS Bunda

BOGOR–Angka kematian ibu dan bayi di Kota Bogor terbilang masih tinggi. Hingga Oktober 2017 tercatat sudah ada enam kasus kematian ibu dan 43 kasus kematian bayi baru lahir.Untuk menekan itu, Pemkot Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor meluncurkan layanan berbasis pesan singkat bernama “SMS Bunda” yang memberikan informasi kesehatan bagi ibu hamil.

“Indeks pembangunan manusia (IPM) ada tiga: ekonomi, pendidikan,dan kesehatan. Untuk indeks kesehatan sangat dipengaruhi angka kematian ibu dan anak,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam peluncuran “SMS Bunda” di gedung BKPP Kota Bogor, kemarin (6/11).

Suami Yane Ardian itu menyebutkan, agar angka kematian ibu dan bayi dapat ditekan, tidak cukup dengan peralatan kesehatanyang lengkap, tenagamedis yang profesional, tapijuga perlu adanya kesadaran dari ibu itu sendiri.

universitas nusa bangsa unb

Sebagai orang tua dari dua anak, Bima belajar banyak selama proses kehamilan istrinya, hal apa saja yang

diperlukan kehamilan. selama perkembangan kehamilan “dan hari ini (kemarin, red) diluncurkan program yang bisa memberikan manfaat. SMS Bunda bisa menjawab terkait persoalan masa kehamilan dan melahirkan,” ujarnya.

Adapun, cara kerja layanan ini cukup sederhana. Para ibu hamil cukup mengirim pesan sesuai format SMS Bunda. SMS awal dilakukan registrasi awal dengan mencantumkan nama diri, alamat serta masa akan melahirkan. Nantinya, setiap pekan SMS Bunda akan mengirimkan pesan berisi informasi yang sudah tersistem tentang masa-masa kehamilan, maupun sesudah.

Tujuannya, menjadi perpanjangan tangan petugas untuk mendampingi ibu-ibu agar terus menjaga kandungannya tetap sehat. untuk mengakses layanan ini cukup mengirimkan pesan ke nomor 0823-1229-5563. Pada pengirimanpesan pertama hingga ketiga, pengguna akses dikenai biayaSMS, berikutnyagratis.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah menyebutkan, angka kematian ibu dan bayi di Kota Bogor tahun 2016 tercatat 22 kasus kematian ibu dan 53 kasus kematian bayi.

“Angka tersebut bisa turun atas upaya-upaya kita berusaha memberikan penyuluhan, membuka kelas ibu di wilayah, menggandeng forum ngaEmas, memotivasi ibu dan anak, juga memberikan pendampingan dan puskesmas,” ungkapnya.

Dengan begitu, sambung Rubaeah, pihaknya berusaha sebisa mungkin agar Kota Bogor bisa mecapai zero kematian ibu dan bayi.(wil/c)