Beranda Metropolis Upaya PPLHI Menyelamatkan Situ-situ Aset Negara

Upaya PPLHI Menyelamatkan Situ-situ Aset Negara

TERANCAM: Warga sekitar tampak memandangi tepian Situ Leutik yang terus tergerus beton bangunan. (Meldrick/Radar Bogor)

Danau atau Situ Gede di Kelurahan Situ Gede, Bogor Barat, memang tersohor. Mungkin tak banyak yang tahu, beberapa tahun lalu banyak situ kecil mengelilingi danau buatan itu. Tapi sangat disayangkan, banyak di antaranya yang sudah hilang dan beralih fungsi. Salah satunya, Situ Leutik atau Situ Kecil.

Laporan: Wilda Wijayanti

KETUA Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan Hidup Indonesia (PPLHI), Muhammad Nurman, adalah salah seorang yang kritis dengan perubahan Situ Leutik. PPLHI, kata Nurman, menemukan fakta bahwa Situ Leutik telah berubah fungsi layaknya kolam ikan.

universitas nusa bangsa unb

“Padahal, fungsi Situ Leutik untuk menampung air dari Kali Cilubang yang mengalir dari Kelurahan Bubulak menuju Kelurahan Situ Gede. Tapi anehnya, sekarang malah nggak ada, malah jadi kolam ikan,” kata dia.

Fungsi Situ Leutik, kata Nurman, salah satu yang penting adalah untuk mencegah banjir. Menjadi kantong-kantong air, sehingga air yang mengalir tidak langsung menuju hilir. Terlebih, Situ Leutik tersebut menurutnya merupakan bagian dari aset negara.

“Kalau situ kewenangan Kemen PUPR, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Itu merupakan aset dari negara, jadi, tidak boleh dimiliki pribadi, kalau ini sepertinya dikelola oleh oknum. Sekarang jadi mengecil bahkan di pinggirannya ada bangunan rumah. Harusnya kan tidak boleh ada bangunan rumah karena merupakan daerah resapan. Semakin berkurang bahkan kayaknya bakalan hilang,” ungkapnya.

Sebab itu, Nurman menilai Pemkot Bogor, termasuk Balai Besar PSDA lemah soal pengawasan. Jika tidak dijaga, situ ini terancam benar-benar hilang dan bahkan bisa menjadi permukiman.

“Kalau situ hilang, jelas akan merugikan negara. Aset negara akan hilang. Kedua, dampak­nya menimbulkan bahaya banjir. Sekarang pembangunan di mana-mana, berkaitan masalah penanggu­langan bahaya banjir. Tapi di sisi lain, aset-aset yang ada tidak dijaga, ya percuma,” tegasnya.

Artinya, menurut Nurman, Balai Besar Ciliwung Cisadane yang membangun sodetan dan waduk di Ciawi akan sia-sia. Se­harusnya, kata dia, proyek-proyek besar itu diiringi dengan perbaikan kawasan resapan air dan menjaga ekosistem di sana. “Lama-lama akan habis untuk permukiman penduduk. Kami akan membuat surat ke Kemen PUPR soal hilangnya fungsi Situ Leutik ini,” tandasnya.(*)